Dukung UMKM, Herwin Yatim Ngopi di Dg Mangge

Luwukpost.id -

 

DUKUNG UMKM: Bupati Banggai Herwin Yatim saat ngopi bersama dengan sejumlah bikers Pondasi, di DG Mangge Premium, Selasa (14/9). [Foto: Taufik Basri/Luwuk Post]
LUWUK, LUWUK POST-Di tengah-tengah kesibukannya, Bupati Banggai Herwin Yatim, menyempatkan waktunya ngopi bareng dengan para para penikmat kopi di DG Mangge Premium, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Keraton, Senin (14/9).

Bupati Herwin duduk bersama dengan sejumlah anak-anak pecinta motor yang menamakan Pencinta Organisasi Kuda Besi (Pondasi), pembicaraannya santai yang diiringi dengan tertawa ringan, tidak lama kemudian orang nomor satu di Kabupaten Banggai itu membawakan dua lagu favoritnya, yang salah satunya berjudul Panggung Sandiwara yang pernah dipopulerkan oleh artis Nicky Astria. “Kalau saya menyanyi wajib dua lagu,” tuturnya seraya tersenyum diiringi tepukan tangan pengunjung yang hadir.

Seorang pengunjung, Tatu mengaku, kehadiran Bupati Banggai di Warkop menunjukan rasa pedulinya dengan UMKM. Karena salah satu jenis UMKM yang berkembang pesat dalam lima tahun terakhir adalah kafe dan warung kopi (warkop). “Usaha mikro level kecil, yang dikenal sebagai warkop merupakan bentuk bisnis jasa resto yang tergolong masih dikelola secara tradisional, yang keberadaannya sejak zaman pertengahan hingga sekarang terus ada,” tuturnya.

Menurutnya, pola penyajian menu-menu makanan pendamping selain kopi seduhan cukup khas, dan terkesan seadanya, yang keberadaan warkop atau kedai-kedai kopi tersebut memberikan gambaran perilaku kolektif yang menjadi kebiasaan masyarakat.

Dari segi harga juga relatif stabil meskipun dolar AS mengalami fluktuasi, keberadaan usaha warung kopi ini tidak terpengaruh sama sekali terhadap omzet penjualan. “Artinya bisnis di sektor ini tidak tersentuh oleh hiruk pikuk kondisi perekonomian dan naiknya dolar, maupun krisis moneter,” terangnya.

Tatu mengaku, sebagian besar pemilik warkop mengambil keputusan berdasarkan intuisi atau persepsi terhadap lingkungan bisnis. Demikian pula dalam proses pengambilan keputusan strategis, pengelola warkop seringkali tanpa melalui perencanaan yang terstruktur, tidak mengembangkan sebuah perencanaan formal dan terhanyut dalam situasi yang ada dan relatif mengikuti mode serta pemenuhan kebutuhan pasarnya. (gom)