Harhubnas, Peran Dishub Kota Sebatas Parkir

Luwukpost.id -
Peringatan Harhubnas tahun 2020 provinsi Sulteng di Pelabuhan Taipa, Palu, Kamis (17/9).

PALU, LUWUK POST–Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) diperingati 17 September tiap tahunnya. Tahun 2020, pemerintah provinsi Sulteng menyelenggarakan Harhubnas di pelabuhan penyeberangan Taipa, Kota Palu.

Harhubnas 2020 menjadi momen penting untuk mengevaluasi peran perhubungan di Indonesia. Sejak reformasi 1998, kian tahun peran pemerintah daerah menyelenggarakan keperhubunganan makin terkikis.

Baik sektor darat, laut dan udara. Peran Dishub di daerah tak lebih sebatas mengurus parkir.

Pemerhati kebijakan publik Indar Ismail S Sos, MAP, mengatakan peran Dishub di daerah semakin terkikis untuk mengurusi hajat masyarakatnya.

Untuk urusan darat, peran vital terminal telah diserahkan ke pemerintah pusat khusus terminal tipe A. Termasuk urusan jembatan timbang sudah diserahkan ke pemerintah pusat.

Peran perhubungan sektor darat masih terasa di kabupaten yang mengurus terminal tipe B. Sementara di kota Palu, peran perhubungan lebih dominan ditangani pemerintah pusat melalui Balai.

Dosen Universitas Sembilanbelas November Kolaka Sulawesi Tenggara ini menambahkan, terlebih peran sektor laut dan udara, dinas perhubungan kota atau kabupaten dan provinsi tak memiliki peran sama sekali. Urusan laut telah menjadi kewenangan sepenuhnya Pelindo sebagai BUMN penyelenggara jasa kepelabuhanan dan KSOP sebagai regulator nya.

Begitu juga peran perhubungan di udara, telah menjadi kewenangan sepenuhnya pemerintah pusat. Penyelenggaraan bandara diserahkan kepada BUMN dan regulatornya melalui syahbandar.

Praktis peran perhubungan oleh pemerintah daerah atau kota sebatas melaksanakan pungutan parkir tepi jalan karena diatur oleh perda. Serta pengaturan lampu lalu lintas di jalan selain jalan nasional.

“Karena itu perlunya di momen Harhubnas ini, pemerintah pusat mengevaluasi diri apakah masih membutuhkan peran pemerintah daerah atau sebaliknya. Saya khawatir jika unsur perhubungan di daerah ini tidak banyak kerjanya dan justru membebani keuangan APBD untuk bayar gaji, operasional termasuk perjalanan dinas,” kata Indar Ismail, senior pers di Sulteng.

Sementara itu peringatan upacara Harhubnas 2020 di Taipa, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Rusli Dg Palabbi Membacakan sambutan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Dalam sambutan Menteri, Wakil Gubernur menyatakan sektor perhubungan adalah sektor yang dibutuhkan oleh sektor yang lain. sektor perdagangan, pendidikan, industri UKM hingga pariwisata membutuhkan mobilitas.

“Dan di situlah transportasi mendukung aktivitas sektor lain, artinya transportasi memiliki peranan yang amat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, keberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh peranan transportasi sebagai urat nadi kehidupan,” kata Rusli. (bas)