Kerja Nyata, Kerja Cepat dan Taktis

Luwukpost.id -

 

DIGELAR DI LUWUK: Penerimaan peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Provinsi Sulawesi Tengah dilaksanakan oleh BPSDMD Provinsi Sulteng di Luwuk, Selasa (15/9/2020). [Foto: Prokopim Setda Banggai]
LUWUK, LUWUK POST—Bupati Banggai, Herwin Yatim, memastikan di bawah kepemimpinannya bersama Wabup Banggai, Mustar Labolo, pemerintah daerah selalu melaksanakan kerja nyata dalam mengemban amanah rakyat. “Kerja nyata, kerja cepat dan taktis, telah kami upayakan untuk melaksanakan tujuan dan kebijakan pembangunan,” tuturnya, saat menghadiri penerimaan peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Provinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan oleh BPSDMD Provinsi Sulteng di Luwuk, Selasa (15/9/2020).

Bupati menerangkan, selama kepemimpinan Winstar, telah tercipta sekira 200 inovasi. Inovasi itu tersebar di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, UKM, hingga perbaikan birokrasi.

Di sektor birokrasi, kata Bupati, pemerintah daerah telah melaksanakan pengelolaan kepegawaian terbaik yang dinilai oleh BKN RI. Hal ini tentu saja ditopang dengan inovasi layanan kepegawaian secara terpadu, dengan BKN KANREG IV Makassar yang ditetapkan di Luwuk.

Sehingga Kabupaten Banggai menjadi percontohan. LAN Makassar pun telah merekomendasikan Kabupaten Banggai sebagai tempat Orientasi Lapangan (benchmarking) diklat PIM.

Tak hanya itu, di awal kepemimpinannya, pihaknya telah memberikan contoh gerakan moral di sektor kebersihan, baik di kota maupun di pelosok desa.  Sebagai pemimpin daerah, ia bersama Wakil Bupati memberikan contoh nyata.

Contoh nyata dan ajakan hati nurani itulah, yang membuat para pimpinan OPD, kecamatan dan desa ikut serta turun melakukan gerakan moral. “Ini bentuk kepemimpinan kami. Memberikan contoh yang baik, sehingga para pimpinan yang lain dan masyarakat bisa meniru hal baik tersebut,” tuturnya.

Ia menceritakan, bahwa sekira lima tahun lalu, ia mengajak Wakil Bupati untuk turun melakukan aksi-aksi kebersihan.  “Ayo pak wakil, bismillah kita turun langsung ke lapangan. Membersihkan kota agar daerah kita bersih, sehingga masyarakat kita nyaman, sejahtera, dan memperbaiki tatanan birokrasi daerah ini,”  ungkap  Herwin Yatim, melalui rilis media.

Herwin Yatim

Ia berharap Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Provinsi Sulawesi Tengah itu, mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan penyelenggara pelayanan publik di daerah. Terutama, dalam hal menerima penyampaian berbagai keluhan yang dirasakan masyarakat terkait  kinerja pelayanan.

“Forum ini diharapkan dapat memberi pemahaman kepada kita semua, tentang kedudukan, fungsi dan kewenangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan 1 di Kabupaten Banggai, sehingga pelayanan birokrasi pemerintahan dan instansi pelayanan lainnya dapat meningkatkan kualitas dan kesadaran sebagai pelayan masyarakat,” imbuhnya.

Wakil Bupati Banggai,  Mustar Labolo, menambahkan bahwa Gerakan Pinasa dan Posyandu Prakonsepsi menjadi top 45 inovasi tingkat nasional. Diketahui bersama, inovasi ini masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020, dan 5 Pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation 2020, yakni Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian /Lembaga, Pemda, BUMN, dan BUMD Tahun 2020 yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri PAN RB Nomor 192 Tahun 2020.

“Dan yang paling membanggakan bagi kami adalah berhasil mendorong implementasi SAKIP menjadi predikat A,” urainya, dalam rilis media.

Pemerintah Kabupaten Banggai, lanjutnya, merupakan 1 dari 6 daerah di wilayah III yang memperoleh predikat A dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) tahun 2019. “Hanya dalam kurun waktu 3 tahun dari SAKIP C, naik menjadi SAKIP B, di tahun 2019 naik lagi menjadi SAKIP A,” terang Mustar.

Ia menerangkan, pemerintah hadir untuk melayani, menjadikan kinerja birokrasi semakin dinamis. Bahkan, memfasilitasi setiap aktivitas di ruang publik melalui aksebilitas yang mudah, tidak berbelit, bebas praktik suap dan pungli, efektif dan efisien, serta memberikan manfaat yang dirasakan langsung. Pemerintah pun turut mengadopsi pola-pola digitalisasi yang  sudah merambah ke setiap lanskap peradaban.

Pencapaian dan kemajuan ini, menurut Wabup, akan terus ditingkatkan melalui konsep pembangunan yang prorakyat sebagaimana Rencana Pembangunan Kabupaten Banggai.

Dengan mempertimbangkan dan memperhatikan kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, maka tantangan yang dihadapi serta isu-isu strategis baik skala lokal, regional, nasional maupun isu global, dirumuskan melalui visi pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Banggai, yaitu mewujudkan Kabupaten Banggai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pertanian dan kemaritiman berbasis kearifan lokal dan budaya.

Visi dimaksud diterapkan dalam 6  misi pembangunan. “Ini semua telah berjalan secara bertahap, dan menjadi tekad serta semangat untuk mencapai Kabupaten Banggai yang maju, sejahtera dan mandiri. Stressingnya adalah pada daulat pangan dan daulat energi, serta pembangunan infrastruktur,” tegas Mustar, sebagaimana dirilis Humas Pemda Banggai.

Turut hadir pada kegiatan yang digelar Selasa (15/9) di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai itu, Ketua BPSDM Dra. Novalina, MM, Widya Iswara Utama, Dra. Hj. Derry Djanggola, M. Si., Sekretaris Daerah Kab. Banggai Drs. Abdullah Ali, M. Si., para Asisten dan Staf Ahli, Kepala BKPSDM Kab. Banggai, Pimpinan OPD, serta seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator dari beberapa Kabupaten se-Provinsi Sulawesi Tengah.

Di antaranya, dari Kab. Sigi, Poso, Morowali, Toli-toli, Banggai kepulauan, dan Tojo Una Una.

Mewakili Gubernur Sulteng, Ketua BPSDM Dra. Novalina, MM, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penerimaan sekolah diklat ini, dan pelayanan Pemda Banggai yang luar biasa. “Tata kelola Pemerintahan Kabupaten Banggai yang tepat dan baik, menjadi alasan kami melakukan diklat di Kab. Banggai ini,” ungkapnya.

Ia menyatakan, BPSDM Provinsi Sulteng memilih Kabupaten Banggai sebagai lokasi kegiatan agar para peserta PKA dapat belajar dari pengalaman Kabupaten Banggai. Sebab, Pemda Banggai telah menorehkan banyak inovasi dan prestasi di tingkat nasional dengan jumlah kurang lebih  200 lebih prestasi. “Paling luar biasa adalah meraih prestasi SAKIP dengan nilai A. Kami berharap Pemda Banggai  dapat  berbagi pengalaman dan strategi sukses kepada kami semua,” terang  Novalina. (*/ris)