
Setidaknya, hal itu tersirat dari orasinya pada pengukuhan tim koalisi dan tim relawan se-dataran Toili yang digelar di lapangan Tirtasari, Kecamatan Toili, Sabtu (19/9).
Ia mengaku mendengar isu miring, yang menyebutkan bahwa jika terpilih nanti, maka akan banyak raja-raja kecil di Kabupaten Banggai. Raja–raja kecil yang dimaksud, adalah mereka yang berada di lingkaran kesehariannya. Dimulai dari lingkup keluarga, adik –adik dan saudara –saudaranya.
“Tidak ada adik saya yang kerja di Toili. Semua kerja di Jakarta. Tidak ada saudara saya, yang menjadi kontraktor pemda. Pun tidak ada juga saudara saya yang ASN, sehingga harus saya angkat sebagai kepala dinas,” ungkapnya.
Karena itu, jika ada orang yang menyampaikan isu-isu seperti itu, menurut Amirudin, merupakan ketidakmampuan orang tersebut melaksanakan rencana–rencana kerja ke depan.
Ia juga mengaku, mendapatkan informasi bahwa ada orang-orang tertentu yang mengumpulkan aparat desa untuk tidak memilihnya. “Saya dapatkan, bahkan ada saudara kita yang kumpul aparat desa, yang mengatakan jangan pilih saya. Saya pertanyakan dia sebagai orang Toili. Insyaallah saya akan temui, saya akan pertanyakan,” ujarnya.
Saat itu, ia juga menyampaikan menjadi calon bupati tidak mudah. Bukan hanya karena banyaknya uang, bukan juga hanya bermodal kecerdasan. Tetapi yang utama, adalah kemampuan untuk memberikan visi dan misi.
Terutama tentang bagaimana membangkitkan gairah ekonomi rakyat, mengurangi angka pengangguran dan lain sebagainya. “Kalau hanya soal uang, banyak orang punya uang. Pintar, banyak orang pintar, tapi tidak semua mencalonkan dan jadi calon bupati,” imbuhnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat perlu bangga, saat ini ada putra Toili yang hadir dan menjadi calon bupati. Calon yang tidak mendapatkan sponsor dari siapa pun. “Tidak ada pengusaha yang membiayai saya untuk menjadi calon bupati. Sehingga apabila saya jadi, saya tidak punya beban untuk membayar utang. Saya tidak punya beban unyuk memberikan kebijakan kepada orang yang mendukung saya. Saya hanya punya beban kepada masyarakat, bagaimana masyarakat Kabupaten Banggai maju, mandiri dan sejahtera. Insyaallah, yakin dan percaya, kepercayaan yang diberikan masyarakat tidak tidak akan saya sia–siakan,” paparnya.
Ia memastikan akan bekerja siang dan malam. Bahkan, ia juga mengungkapkan seandainya tidak ada malam, dirinya tidak akan pernah tidur untuk membuktikan bahwa ia bisa menyejahterakan masyarakat Kabupaten Banggai.
“Karena itu, jangan ragu, sekali lagi saya tegaskan tidak perlu tunggu lima tahun. Dua tahun atau tiga tahun terlihat ada tanda-tanda saya tak bisa bekerja, saya undur diri,” tegasnya.
“Itulah gambaran mengapa saya harus hadir di sini. Sebagai orang Toili, saya tidak akan mempermalukan dukungan orang Toili kepada saya. Yakin dan percaya,” tambahnya.
Pesta Rakyat, Tak Boleh Mencaci
Ia juga mengajak semua warga, untuk menyambut pesta demokrasi yang juga pesta rakyat ini dengan damai. Tidak boleh saling mencaci, memaki, menfitnah apalagi saling menjatuhkan di media sosial. “Dosanya sangat besar,” ujarnya.
Ia merasa begitu banyak yang menghina dirinya melalui media sosial, tapi tidak ada satu pun yang dibalasnya.
Bahkan divisi hukum dalam barisan koalisi partai pendukungnya, telah meminta dirinya untuk mempertimbangkan perlunya menindaklanjuti masalah-masalah seperti itu kepada aparat penegak hukum. “Saya bilang tak usah lapor. Itu hanyalah orang-orang yang tak mampu melakukan sesuatu. Orang–orang yang tidak tahu pribadi saya dan Om Furqan,” tuturnya.
Haji Amir-sapaan akrabnya-meyakini, seandainya orang-orang yang menfitnahnya itu bertemu dengannya, lalu berbincang dengannya, mereka pasti akan memilihnya sebagai bupati untuk lima tahun mendatang. “Seandainya dia mau bercakap dengan saya insyaallah akan pilih saya. Tetapi, hanya karena dia jauh, maka dia hanya mampu bercakap di media sosial, atau di grup-grup whatsapp,” paparnya.
Ia berharap kepada para pendukungnya, untuk tidak saling menfitnah melalui media sosial. Apalagi, menjelek-jelekkan kandidat antara satu dan lainnya. “Barang siapa yang menutup aib seseorang, maka insyaallah akan menutup aib kita,” imbuhnya.
Ia mengajak semua pihak menyambut pesta rakyat, pesta demokrasi itu dengan damai dan tanpa perselisihan. (ris)



![OL_AMIRUDIN TAMOREKA SILATURAHMI AT-FM DI BANGKEP: Bupati Rais D. Adam, Wakil Bupati Salim J. Tanasa, Ketua DPRD Rusdin Sinaling dan Sekreraris Daerah menyambut kedatangan ATFM di Bangkep, Senin (8/2/2021). [Foto: Rifan/Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/OL_AMIRUDIN-TAMOREKA.jpg)
![01_SIDANG PEMBACAAN PUTUSAN _BERITA TSM PEMBACAAN PUTUSAN: Sidang pembacaan putusan Majelis Hakim Bawaslu Sulteng tentang dugaan pelanggaran TSM pasangan AT-FM. Majelis Hakim memutuskan dugaan pelanggaran yang dilaporkan pasangan WinStar tak terbukti secara sah dan meyakinkan. [Foto: Istimewa]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/12/01_SIDANG-PEMBACAAN-PUTUSAN-_BERITA-TSM.jpg)

