Haji Amir “Kunci Mati” Toili

Luwukpost.id -

 

Amirudin Tamoreka

LUWUK—Calon Kandidat Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka, “mengunci mati” dataran Toili.

Ia bertekad menang. Di wilayah dengan jumlah pemilih banyak kedua pada pilkada Banggai 2020 itu.

Upaya Amirudin—untuk memenangkan dataran nan subur dan kaya sumber daya alam itu—tersirat dari orasinya di lapangan Tirtasari, Kecamatan Toili, Sabtu (19/9).

Saat melantik sekira seribuan tim koalisi dan tim relawan AT-FM.

Haji Amir-sapaan karibnya-memaparkan alasan, mengapa ia terjun dalam gelanggang Pilkada Banggai. Sebagai putra Toili, ia ingin membawa nama besar masyarakat yang mendiami dataran itu.

Ia mengingatkan pilkada merupakan program lima tahunan. Kalah menang, persoalan biasa. Tidak mungkin pilkada dimenangkan dua pasangan kandidat. “Tidak mungkin menang dua-dua, atau kalah dua-dua. Tetapi, saya ingatkan, saya tidak mau kalah di dataran Toili, saya tidak ingin saya kalah di Toili,” serunya, yang langsung disambut gemuruh aplaus dari undangan yang menghadiri panggung pengukuhan tim koalisi dan tim relawan.

Lantas mengapa ia tidak mau kalah di wilayah tempat dirinya lahir, dan dibesarkan, sebelum merantau dan menjadi pengusaha sukses di Jakarta itu?

Amirudin, yang memanggil calon wakilnya dengan sebutan Om Pungke ini pun menjelaskan, bahwa ia ingin meletakkan landasan dasar untuk generasi muda di masa akan datang. “Kalau misalnya saya kalah, tetapi di Toili saya menang, orang lain akan memperhitungkan adik-adik kita atau anak anak kita dimasa akan datang. Mereka akan berkata, hati-hati, orang Toili dulu, Haji Amir walaupun dia kalah tetapi semua orang Toili bersatu untuk memilih dia,” paparnya, dengan intonasi kalimat yang teratur.

Saat tepuk tangan mulai mereda, ia melanjutkan, sebaliknya jika dirinya kalah dalam pilkada, maka generasi muda Toili tidak akan diperhitungkan pada masa mendatang.  “Kenapa? Oh orang Toili gampang. Kita janji-janji saja, kasih uang Rp 50 ribu, menang Rp 500 ribu, persoalan dikasih atau tidak setelah itu persoalan lain,” ujarnya.

Olehnya, ia mengingatkan, menanamkan dalam benak generasi muda di wilayah itu, bahwa jika masyarakat memilihnya, mereka bukan memilih Amirudin secara pribadi.

Tetapi, merupakan pilihan untuk membesarkan nama masyarakat Toili dan Kabupaten Banggai. “Ini yang perlu dicamkan.  Ketika masyarakat memilih saya, (itu) bukan memilih Amirudin secara pribadi, tetapi merupakan upaya membesarkan nama masyarakat Toili dan membesarkan nama Kabupaten Banggai. Betul tidak?,” serunya. (ris)