Sumberharjo, Desa dengan Beragam Inovasi

Luwukpost.id -

 

DESA BERAGAM INOVASI: Focus Group Discussion Program Pengembangan Kawasan Ekonomi Produktif Melalui Konservasi Energi dan Pertanian Berkelanjutan, di Bappeda Banggai, belum lama ini. [Foto: Istimewa]
DESA BERAGAM INOVASI: Focus Group Discussion Program Pengembangan Kawasan Ekonomi Produktif Melalui Konservasi Energi dan Pertanian Berkelanjutan, di Bappeda Banggai, belum lama ini. [Foto: Istimewa]
LUWUK, LUWUK POST—Desa Sumberharjo, Kecamatan Moilong, seolah tak lepas dengan berbagai inovasi.

Setelah mengenalkan budidaya Tyto Alba, burung hantu ramah lingkungan untuk pertanian organik, desa yang dipimpin Baron Hermanto itu kembali mengembangkan inovasi lain.

Inovasi dimaksud diantaranya adalah pengembangan sayuran sehat hidroponik, yang dikelola karang taruna berkolaborasi dengan komunitas bank sampah dan Komunitas Biogas.

Kepala Desa Sumberharjo, Baron Hermanto, mengakui, pihaknya juga tengah mengembangkan produk pupuk organik cair dan padat yang berasal dari limbah biogas.

Pupuk cair atau bio slurury adalah limbah yang dihasilkan oleh biogas dan dipermentasikan. Sedangkan, pupuk padatnya adalah limbah dari biogas berupa kompos.

Manfaat biogas ini sangat luar biasa, hal itu dirasakan oleh para penerima manfaat biogas.

Di antaranya, melengkapi kebutuhan rumah tangga lewat ketersediaan bahan bakar untuk memasak setiap hari. Selain itu limbah biogas tersebut, bisa dijadikan peluang bisnis dari penjualan pupuk organik cair bio slurury, dan pupuk padatnya yang berupa kompos.

Kamis (16/9) lalu, Pemerintah Desa Sumberharjo bersama Komunitas Biogas, mempromosikan produk ungulan desa itu di Kantor Bappeda Kabupaten Banggai.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Bappeda, Wakil DPRD, Asisten 2, Kadis PMD, Kadis LH, Kadis Peternakan, dan koperasi pertanian.

Produk inovasi Desa Sumberharjo
Produk inovasi Desa Sumberharjo.[foto:istimewa]
Baron, menuturkan, bahwa berbagai invoasi di desa itu bisa direalisasikan karena dukungan dari JOB Tomori, perusahaan migas yang beroperasi di wilayah itu. Dukungan juga didapatkan dari Yayasan Rumah Energy (YRE), yang selama ini telah membimbing dan membina masyarakat Desa Sumberharjo.

“Berkat binaan dan bimbingan dari JOB Tomori, Desa Sumberharjo mempunyai banyak inovasi. Di antaranya budidaya burung hantu Tyto Alba pertanian ramah lingkungan (organik), berbagai macam olahan makanan dan minuman herbal yang dikelola oleh PKK Desa Sumberharjo, sayuran sehat hidroponik yang dikelola karang taruna berkolaborasi dengan komunitas bank sampah dan Komunitas Biogas,” tuturnya usai mengikuti Focus Group Discussion Program Pengembangan Kawasan Ekonomi Produktif Melalui Konservasi Energi dan Pertanian Berkelanjutan, di Bappeda, Kamis (16/9).

Baron, berharap kelangsungan produksi pupuk organik yang dikelola desa dengan tagline BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) ini mendapatkan dukungan dari semua unsur Forkopimda, perusahaan dan YRE. (ris)