![DESA BERAGAM INOVASI: Focus Group Discussion Program Pengembangan Kawasan Ekonomi Produktif Melalui Konservasi Energi dan Pertanian Berkelanjutan, di Bappeda Banggai, belum lama ini. [Foto: Istimewa]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/09/MULYO-HARJO_MOILONG-300x160.jpg)
Setelah mengenalkan budidaya Tyto Alba, burung hantu ramah lingkungan untuk pertanian organik, desa yang dipimpin Baron Hermanto itu kembali mengembangkan inovasi lain.
Inovasi dimaksud diantaranya adalah pengembangan sayuran sehat hidroponik, yang dikelola karang taruna berkolaborasi dengan komunitas bank sampah dan Komunitas Biogas.
Kepala Desa Sumberharjo, Baron Hermanto, mengakui, pihaknya juga tengah mengembangkan produk pupuk organik cair dan padat yang berasal dari limbah biogas.
Pupuk cair atau bio slurury adalah limbah yang dihasilkan oleh biogas dan dipermentasikan. Sedangkan, pupuk padatnya adalah limbah dari biogas berupa kompos.
Manfaat biogas ini sangat luar biasa, hal itu dirasakan oleh para penerima manfaat biogas.
Di antaranya, melengkapi kebutuhan rumah tangga lewat ketersediaan bahan bakar untuk memasak setiap hari. Selain itu limbah biogas tersebut, bisa dijadikan peluang bisnis dari penjualan pupuk organik cair bio slurury, dan pupuk padatnya yang berupa kompos.
Kamis (16/9) lalu, Pemerintah Desa Sumberharjo bersama Komunitas Biogas, mempromosikan produk ungulan desa itu di Kantor Bappeda Kabupaten Banggai.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Bappeda, Wakil DPRD, Asisten 2, Kadis PMD, Kadis LH, Kadis Peternakan, dan koperasi pertanian.

“Berkat binaan dan bimbingan dari JOB Tomori, Desa Sumberharjo mempunyai banyak inovasi. Di antaranya budidaya burung hantu Tyto Alba pertanian ramah lingkungan (organik), berbagai macam olahan makanan dan minuman herbal yang dikelola oleh PKK Desa Sumberharjo, sayuran sehat hidroponik yang dikelola karang taruna berkolaborasi dengan komunitas bank sampah dan Komunitas Biogas,” tuturnya usai mengikuti Focus Group Discussion Program Pengembangan Kawasan Ekonomi Produktif Melalui Konservasi Energi dan Pertanian Berkelanjutan, di Bappeda, Kamis (16/9).
Baron, berharap kelangsungan produksi pupuk organik yang dikelola desa dengan tagline BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) ini mendapatkan dukungan dari semua unsur Forkopimda, perusahaan dan YRE. (ris)


![PRAMUKA JOB TOMORI PEDULI 02 SATGAS PRAMUKA PEDULI: Pemerintah Kabupaten Banggai melepas 12 anggota Satgas Pramuka Peduli untuk menjalankan misi relawan di Mamuju, Sulbar. Keberangkatan Satgas Pramuka Peduli mendapatkan support dari JOB Tomori. [Foto: Rahim/Humas Pemda]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/PRAMUKA-JOB-TOMORI-PEDULI-02.jpg)
![TERIMA PENGHARGAAN PERTAMA DI SULAWESI: General Manager JOB Tomori Akhmad Miftah menerima penghargaan Proper Emas. [Foto: Humas JOB Tomori]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/12/12_TERIMA-PENGHARGAAN.jpg)
![JOB TOMORI TERAPKAN PROKES: Penerapan Protokol Kesehatan dilakukan secara ketat oleh investor Migas JOB Tomori di area operasinya. [FOTO: BUDI/HARIAN LUWUK POST]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/11/JOB-TOMORI.jpeg)
![JOB TOMORI 07 General Manager JOB Tomori, Akhmad Miftah, saat menerima penghargaan dari Menteri Sosial Juliari P. Batubara pada Acara Malam Penghargaan Padmamitra Award 2020 di Grand Mercure Hotel, Jakarta, Selasa (17/10). [Foto: Istimewa]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/11/JOB-TOMORI-07.jpg)