Laksanakan UKW Kedua, Bupati: Terima kasih JOB Tomori

Redaksi Luwuk Post

 

UKW: Bupati Banggai, Dr. Herwin Yatim, membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI dan JOB Tomori, di Hotel Swissbelinn, Minggu (20/9). [Foto: Istimewa]
LUWUK, LUWUK POST-Bupati Banggai, Herwin Yatim, menyatakan terima kasihnya kepada JOB Tomori yang telah memfasilitasi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Sulawesi Tengah, yang berlangsung di Hotel Swissbelinn, Minggu (20/9).

Baginya, pelaksanaan UKW ini, baik untuk meningkatkan kualitas bagi insan pers agar bisa diakui oleh masyarakat. “Boleh jago menulis setiap saat, dengan gaya yang kita mau, tetapi kalau dihadapkan dengan sosial kemasyarakatan, maka akan diminta pertanggungjawaban kelak, akan ditanya kompetensi saudara apa,” tuturnya dalam sambutan.

Bupati, mengaku, menjadi wartawan tidaklah gampang, sesuai pengalamannya sewaktu kuliah di Sulawesi Selatan beberapa tahun lalu. “Saya senang ada lembaga yang dukung kegiatan ini, yakni JOB Tomori,” ungkapnya.

Mewakili manajemen JOB Tomori, Ruru Rudianto Age Sartoko, mengaku sudah menjadi komitmen mereka agar seluruh wartawan, bisa menjadi profesional sesuai standar yang ada. “Ini penting, karena humas kami juga telah tersertifikasi,” akunya.

Ketua PWI Sulteng, Mahmud Matangara, menegaskan, kalau wartawan yang ikut UKW benar-benar intens dan profesional, dipastikan akan lulus seratus persen.

Ke depannya, ia berharap Kabupaten Banggai jadi tolok ukur pewarta di Indonesia. “Saya harap dalam ujian benar-benar melaksanakan tugasnya. Nanti yang diujikan merupakan kerjaan harian, tapi kalau tidak profesional, selamat tinggal,” terangnya.

Ia berpesan kepada wartawan di Kabupaten Banggai untuk menyeimbangkan kualitas dan kuantitas dalam bekerja. Berbuat dengan tujuan membangun daerah dengan karya, bukan karena hal lain. “Saya yakin, pers di Banggai, akan bisa. Mari kita dukung pemerintahan kapan saja dan siapa saja,” pintanya.

Direktur Pendidikan PWI Pusat, Rajab Ritonga, menyatakan, bahwa menjadi wartawan merupakan profesi terbuka dan tidak ada larangan, baik dari sekolah apa saja, ras dan agama.

Olehnya tidak heran di Indonesia jumlah wartawan begitu banyak, apalagi dengan hadirnya media online. “Jumlahnya 40 ribu untuk media online,” katanya.

Bedanya, kalau jaksa pasti lulusan hukum, dokter lulusan kedokteran, tetapi wartawan bisa dari apa saja, malahan ada rekannya yang dari dokter gigi.

Menurutnya pelaksanaan UKW ini penting, minimal memahami 6 M. 6 M yang dimaksud adalah, hal mencari, memperoleh, memiliki, mengolah, dan menyiarkan atau menyampaikan informasi.

Saat ini, banyak perusahaan atau media yang memudahkan warga masuk menjadi wartawan. “Jadi harus punya pengetahuan, kesadaran terhadap hukum dan etika, punya kompetensi, serta patuhi rambu-rambu penulisan,” pungkasnya. (gom)

 


Komentar

Berita Berikutnya

Perang Intel

Oleh: Dahlan Iskan INI seperti kisah spionase saja. Dan memang ini adalah operasi intelijen: bagaimana Amerika mengawasi Tiongkok, pun sampai ke bawah laut. Dan ini adalah bukti  kematangan demokrasi di Amerika: bagaimana sebuah operasi intelijen dibuka kepada wartawan. Padahal ini adalah operasi intelijen yang gagal total. Kalau pun tidak dibuka […]
DISWAY