Angkut BBM Bersubsidi, Mobil Terbakar di SPBU

Luwukpost.id -

PALU, LUWUK POST-Kedua kalinya mobil terbakar di area SPBU di Kota Palu. Setelah kejadian pada 15 September 2020, pada Jumat (2/10) siang peristiwa yang sama terulang kembali.

Kebakaran itu viral di media sosial. Warga menduga kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.30 itu, diakibatkan korsleting radiasi telepon genggam.

Di sisi lain, polisi menduga penyebab kebakaran bersumber dari korek api. Di dalam mobil, berisi bahan bakar minyak jenis premium bersubsidi.

Kapolres Palu AKBP Riza Faisal menjelaskan sebagaimana dijelaskan Paur Humas Polres Palu Aipda I Kadek Aruna, kebakaran bermula saat mobil yang disopiri Y (30) itu mengisi bahan bakar minyak di SPBU jalan M Yamin jalur II Kota Palu.

Berdasarkan keterangan saksi Asrulin (32), operator SPBU di tempat kejadian perkara, mobil milik AA, sebelum terbakar telah mengisi BBM jenis premium ke dalam 4 buah jeriken berukuran 35 liter.

Setelah mengisi, lanjutnya, mobil itu bergerak keluar dan berhenti sebelum pintu keluar SPBU. “Tidak lama kemudian saksi Asrulin melihat asap yang disertai api keluar dari dalam mobil, api begitu cepat membesar dan membakar mobil yang di dalamnya ada 4 jeriken berisi premium,” kata Aruna, Sabtu (4/10).

AA dan Y  berangkat menuju SPBU Moh. Yamin tidak bersamaan. AA mengendarai sepeda motor, sedangkan mobil dikendarai Y.  “Rencananya akan melakukan pengisian BBM sebanyak 16 buah jeriken ukuran 35 liter, akan tetapi dikhawatirkan warga curiga. Sebab mobilnya melakukan pengisian BBM terlalu lama di SPBU. Maka setelah selesai mengisi 4 buah jeriken, Y keluar dari SPBU dan akan kembali masuk ke SPBU untuk melakukan pengisian ke jeriken – jeriken berikutnya.” kata Aruna.

Dugaan sementara penyebab terbakarnya mobil tersebut bersumber dari korek api gas di dalam dasbor depan, yang tiba – tiba meledak dan seketika jeriken yang berada di bagian belakang terbakar. “Akibat kejadian tersebut sopir mengalami luka bakar di bagian wajah, kedua lengan dan kedua kakinya. Saat ini korban berada di Rumah Sakit Budi Agung Kota Palu untuk mendapatkan perawatan,” pungkasnya. (bas)