LUWUK, LUWUK POST-Ketika mobil ambulans melintas di Kota Luwuk, kita sering melihat ada pengawalan dari beberapa motor. Itu bukanlah dari petugas medis, maupun petugas kesehatan. Mereka merupakan komunitas Indonesian Escorting Ambulance (IEA) Luwuk.
IEA merupakan komunitas motor yang lebih ke bidang sosial, karena anggotanya adalah para pengguna motor yang mengawal ambulans mengarungi macet. “Kami menjalankan misi mulia mengawal ambulans supaya titak terjebak macet dan tetap dapat prioritas di jalan,” tutur seorang anggota, Khel Joshua, Senin (12/10).
Selain itu ia mengaku, dalam menjalankan misi sosial tersebut, IEA sama sekali tak dapat bayaran. Karena menurut mereka, ambulans merupakan salah satu jenis kendaraan di Indonesia yang mendapatkan prioritas tinggi dan bebas dari aturan lalu lintas.
Walaupun begitu, tidak jarang kendaraan ini terhambat dalam menjalankan tugasnya lantaran ada saja pengguna jalan lain yang egois. “Permasalahan ambulans inilah yang mengetuk hati para pengguna sepeda motor yang tergabung dalam IEA, yang merupakan organisasi sosial yang aktif mengawal perjalanan ambulans agar terhindar dari kemacetan dan segala rintangannya,” terangnya.
Saat ini menurut Khel, IEA Luwuk Banggai telah membuat program kerja jangka pendek, dan akan melakukan edukasi ke masyarakat tentang Ambulance dan mengedukasikan ke Puskesmas agar ambulance yang dirujuk ke RS mendapatkan pelayanan dijalan untuk menghindar dari kemacetan agar pasien selamat sampai ditujuan. “Karena masih banyak juga pengguna jalan di Luwuk yang belum sadar akan ambulance dijalan,” ungkapnya.
Lanjutnya, bukan hanya ambulance saja yang dapat pelayanan khusus untuk dikawal pasien Emergency. Akan tetapi IEA Luwu juga dapat melakukan pelayanan kawal mobil damkar agar arus lalulintas dapat berjalan dengan baik dan aman, sehingga tidak terjadi kecelakaan di jalan. “Karena Damkar ini sangat butuh prioritas juga di jalanan, dan kami IEA Luwuk Banggai juga bersifat rescue bersifat kemanusiaan,” pungkasnya. (gom)
