
LUWUK, LUWUK POST—Peningkatan kasus infeksi virus korona baru SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 di Kabupaten Banggai harus terus diwaspadai. Dalam dua hari terakhir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai, mencatat penambahan sekira 33 kasus terkonfirmasi positif.
Berturut-turut, 16 kasus baru pada Jumat (16/10), dan 17 kasus baru pada Sabtu (17/10). Sehingga total terkonfirmasi positif saat ini sebanyak 83 kasus, dengan rincian 17 kasus baru (isolasi mandiri), 28 kasus lama (isolasi mandiri), 36 sembuh, dan 2 meninggal.
Dibandingkan dengan pertama kali virus korona terdeteksi di daerah ini, penambahan kasus baru terkonfirmasi positif dalam dua hari ini terbilang cukup banyak.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam, menerangkan masih ada sekira 90 sampel swab yang belum terperiksa. Pihaknya masih menunggu informasi dari Laboratorium Kesehatan Palu. Diketahui Kamis pekan lalu dan awal pekan ini, Satgas Covid-19 Kabupaten Banggai mengirimkan sekira 150 sampel swab ke Laboratorium Kesehatan Palu.
“Bakal banyak yang terpapar, karena masih ada sekira 90 sampel swab yang kami tunggu hasilnya,” papar Juru Bicara Penanganan Covid-19, Nurmasita Datu Adam, tadi sore.
Ia tidak bisa memastikan kapan 90 sampel swab itu diketahui hasilnya, mengingat Laboratorium Kesehatan Palu menerima banyak sampel swab dari seluruh daerah di Sulawesi Tengah. “Antre. Banyak sampel yang diperiksa di sana,” tukasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Dr. dr. Anang S Otoluwa, menyerukan kepada masyarakat untuk makin mendisiplinkan diri menaati protokol kesehatan.
Ia mengatakan, penularan Covid-19 masih terus terjadi di daerah ini. Untuk itu, ia mengimbau semua masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan.
“Tidak boleh lagi ditawar-tawar, dan juga untuk ASN di perkantoran seminimal mungkin membuat pertemuan yang mengundang kerumunan. Ini harus kita perketat ke depan,” ujarnya, Jumat (16/10).
Ia bersyukur upaya memperketat perlintasan manusia di wilayah perbatasan darat, maupun di pelabuhan sudah mulai tertib. Namun, untuk masyarakat Luwuk harus tetap waspada.
Ia menerangkan saat ini penularan virus korona baru SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 sudah tidak terjadi akibat kontak dengan penderita.
Selain itu yang mengkhawatirkan tidak lagi diketahui sumber penularannya.
“Kalau sebelumnya, kita bisa tahu sumber penularan, sekarang tidak lagi. Bukan pelaku perjalanan, dan bukan orang yang kontak dengan penderita. Artinya kita sudah harus hati–hati di semua tempat. Jangan kontak dengan orang. Jangan kontak dengan barang–barang tanpa cuci tangan,” paparnya. (ris)


![FOTO A_YUSRAN DIVAKSIN: Kepala BRSUD Luwuk, dr. Yusran Kasim, termasuk 10 tokoh yang disuntik vaksin Sinovac, di BRSUD Luwuk, Rabu (3/2). [Foto: Haris Ladici/Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/FOTO-A_YUSRAN.jpg)

![FOTO A_ANANG 01 DIVAKSIN: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai dr Anang S Otoluwa, dan Kepala BRSUD Luwuk, dr. Yusran Kasim, disuntik vaksin Sinovac, di BRSUD Luwuk, Rabu (3/2). [Foto: Haris Ladici/Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/FOTO-A_ANANG-01.jpg)
![VAKSIN 2 BERI CONTOH: Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopimda dalam kegiatan penyuntikkan perdana vaksin di Kabupaten Banggai, Rabu (3/2). Pemda Banggai menunjuk dr. Veinels Christian Lomboan, Sp.S.,M.Kes, Kepala Tim Vaksinator. [Foto: Haris Ladici/Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/VAKSIN-2.jpg)
![vaksin diterima di buol TERIMA VAKSIN: Bupati Buol dr Amirudin Rauf menerima vaksin sinovac, Sabtu (30/1). Selanjutnya vaksinasi di Buol akan dimulai Senin (1/2). [Foto Satgas Covid-19 Buol]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/vaksin-diterima-di-buol.jpg)