LUWUK, LUWUK POST-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,6 triliun melalui program pemulihan ekonomi pesantren untuk mendukung pesantren dan pendidikan agama di tengah pandemi Covid-19.
Dikutip dari Jawapos.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, wabah pandemi Covid-19 juga menyerang persendian sektor ekonomi, termasuk lingkungan pesantren. Diharapkan Pesantren turut menjadi sasaran yang bisa ikut membantu pemulihan ekonomi.
“Pemerintah memberikan alokasi hingga Rp 2,6 triliun di dalam rangka menyiapkan pesantren untuk bisa beradaptasi terhadap kebiasaan baru akibat adanya pandemi Covid-19 atau new normal,” ujarnya dalam webinar ISEF perayaan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10).
Menurutnya, pemerintah telah mengalokasikan berbagai anggaran dalam rangka menolong masyarakat dan dunia usaha untuk bisa bertahan dan kembali pulih, termasuk lingkungan pesantren. Ia merincikan, alokasi anggaran yang tersebar mulai dari bantuan pendidikan sebesar Rp 2,38 triliun hingga bantuan belajar online untuk pesantren selama 3 bulan sebesar Rp 211,7 miliar.
Terpisah, Kepala Ponpes Daarul Hikmah Luwuk, Muhammad Muadz mengaku bersyukur dengan alokasi anggaran dari Kemenkeu terhadap pesantren. “Aamiin-aamiin,” tuturnya Minggu (25/10).
Namun ia mengaku, sampai saat ini, pihaknya belum dihubungi baik dari Kemenkeu, maupun Kementrian Agama terkait alokasi anggaran tersebut. “Ga ada,” terangnya.
jika nanti alokasi dana tersebut sampai kepada Ponpes Daarul Hikmah Luwuk, tentunya akan dimanfaatkan untuk pengembangan ponpes, agar makin banyak warga yang akan menyekolahkan anaknya. “Buat bangunan kelas, asrama,” pungkasnya. (gom)

