LUWUK, LUWUK POST—Sanksi sosial yang diberikan aparat gabungan bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 tampaknya memberikan efek jera. Sebab, masih banyak warga yang terlihat cuek dengan protokol kesehatan.
Seperti yang petugas gabungan operasi yustisi di Kecamatan Bunta. Mereka menindak 10 pelanggar dan langsung diberikan sanksi, Rabu (18/11).
Kapolsek Bunta Iptu Nanang Afriko mengatakan, mereka disanksi karena tidak menggunakan masker. “Selain diberikan sanksi tertulis dan sosial, para pelanggar ini diberikan edukasi tentang pentingya disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” kata dia.
Operasi gabungan yang teridir dari unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan Puskesmas ini dilaksanakan sesuai dengan Inpres Nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19, dan Pergub Sulteng nomor 32 tahun 2020.
“Serta Perbub Banggai nomor 33 tahun 2020 penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian virus korona,” terang Nanang.
Mantan KBO Intel Polres Banggai ini berharap seluruh lapisan masyarakat bisa sadar serta didiplin terhadap protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan serta menjaga pola hidup bersih.
“Kita juga membagikan 100 buah masker kepada masyarakat. Kami harap masyarakat bisa sadar,” harapnya.
Terpisah, Kapolsek Bulaemo AKP Andi Syamsuri terus mengimbau warga agar mematuhi protokol kesehatan. Itu disampaikan saat patroli dialogis dan menyambangi sekelompok warga yang sedang nongkrong di jalan umum Desa Bualemo A, Kecamatan Bualemo, kemarin.
“Kami mengajak warga agar tetap disiplin protokol kesehatan ketika berada di luar rumah guna mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Dia mengatakan, masyarakat yang tidak patuh atau pun melanggar protokol kesehatan akan mendapatkan sanksi sosial hingga denda sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, Andi juga mengajak masyarakat mensukseskan Pilkada Serentak 2020 ini dengan menjaga silaturahmi serta tali pesaudaraan demi terciptanya kondusifitas kamtibmas selama pesta demokrasi.
“Jangan mudah terhasut isu-isu yang tidak jelas atau hoaks yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. Karena kita semua adalah saudara,” pungkasnya. (awi)
