Kisah Sopir Ambulans Jenazah Covid-19, Sedih saat Makamkan Jenazah tanpa Didampingi Keluarga

Redaksi Luwuk Post
Deden Kusmaya dengan latar belakang mobil ambulans jenazah Covid-19. [FOTO ISTIMEWA]
Deden Kusmaya dengan latar belakang mobil ambulans jenazah Covid-19. [FOTO ISTIMEWA]

BERISIKO terpapar virus Korona, kerap ada di pikiran Deden Kusmaya, Amd.Kep. Namun, tugas sebagai supir ambulans pembawa jenazah terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tetap dijalaninya sebagai bentuk pengabdian.

Budi S. Sahari, Harian Luwuk Post

SEBELUM bertugas sebagai sopir ambulans pembawa jenazah Covid-19, akhir Maret 2020 lalu. Deden sehari-harinya bertugas di bagian unit pelayanan rehabilitasi Narkoba. Unit ini salah satu bagian dari Instalasi Forensik.

Deden tak hanya membawa mobil jenazah. Bersama rekan rekannya juga mengurus jenazah yang terinfeksi Covid-19 sampai ke tempat pemakaman yang jaraknya 5 kilometer dari Rumah Sakit Umum Luwuk.

Pria yang sudah berkeluarga dan punya anak satu ini pun mengungkapkan kekuatirannya terpapar Covid-19 yang berpeluang menyebar di lingkungan keluarga dan rekan kerja. Namun, ia bersama rekan rekan di bagian forensik selalau disiplin menerapkan standar operasional penanganan pasien yang terpapar virus korona. “Istri dan keluarga juga memberikan dukungan atas tugas kemanusiaan ini. Tapi saya juga harus menjaga kondisi,” tuturnya.

Deden dalam wawancara wartawan koran ini pun memperlihatkan ketegasannya agar masyarakat di kabupaten Banggai ini selalu taat pada imbauan pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan.

Keinginan Deden agar masyarakat daerah ini taat melaksanakan protokol kesehatan, saat ia melihat langsung proses pemakaman jenazah Covid-19. Kesedihan sangat jelas terlihat, saat tak ada satu pun keluarga yang mendampingi jenazah yang dimakamkan sesuai protokol penanganan Covid-19.

“Saya merasakan apa yang dirasakan keluarga. Tapi protokol harus dilaksanakan demi menyelamatkan orang banyak. Saya turut merasakan kesedihan,” jelasnya.

Tak ada tangisan dan pelukan terakhir dari keluarga terdekat, tidak dimandikan bersama keluarga apalagi dikafani bahkan disalatkan tidak ada keluarga juga, semua petugas yang kerjakan sampai di pemakaman. “Secara pribadi saya berharap agar kita semua taat pada protokol kesehatan,” tandasnya. (*)


Komentar

Berita Berikutnya

2000 Debitur Dapat Restrukturisasi

LUWUK, LUWUK POST-Perusahaan pembiayaan PT Federal International Finance (FIF Group) telah memberikan restrukturisasi atau keringanan pembayaran cicilan pinjaman, kepada 930 ribu debitur terdampak Covid-19 di Indonesia. Hingga saat ini, perusahaan memiliki 5 juta debitur. Dikutip dari Jawapos.com, Presiden Direktur FIF Group Margono Tanuwijaya mengaku, dari total Rp 50 triliun piutang […]
Doni Rosdian