Potret Petugas Forensik RSUD Luwuk Menangani Jenazah Pasien Covid-19

Redaksi Luwuk Post
MENANGANI JENAZAH PASIEN: Tim Forensik RSUD Luwuk, menangani jenazah pasien Covid-19. [Foto: Istimewa]
MENANGANI JENAZAH PASIEN: Tim Forensik RSUD Luwuk, menangani jenazah pasien Covid-19. [Foto: Istimewa]

TAK ada yang tahu kapan pandemi akan berakhir. Tidak saya, dia, atau mereka. Namun satu yang pasti, hingga saat ini petugas forensik RSUD Luwuk selalu siap ditugaskan untuk menangani jenazah pasien Covid-19, meski dalam kondisi apa pun.

Andi Ardin, Harian Luwuk Post

HAMPIR setahun berlalu. Namun, hingga saat ini pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir. Bahkan, angka kasus pasien meninggal dunia akibat virus tersebut, terus mengalami peningkatan, seiring bertambahnya pasien terkonfirmasi positif.

Sejak awal pandemi, petugas kesehatan di RSUD Luwuk berjuang ekstra keras untuk menangani pasien terkonfirmasi positif. Pun begitu, dengan tim forensik yang selalu sigap dalam penanganan jenazah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19.

“Sejak ada pandemi, kami petugas forensik sudah standby. Mau ada kasus atau nol kasus, selalu siap untuk pemulasaran jenazah Covid-19,” ujar Deden Kusmaya, salah seorang petugas Forensik RSUD Luwuk, Kamis (26/11).

Sebagai petugas yang berhadapan langsung dengan jenazah pasien Civid-19, petugas forensik RSUD Luwuk memiliki risiko paling tinggi tertular Covid-19. “Rasa khawatir saat pertama kali ada kasus ini di Luwuk adalah, risiko tertularnya,” terangnya.

Risiko tertular Covid-19 tak hanya pada dirinya sendiri. Istri dan anaknya di rumah, menjadi kehawatiran terbesarnya. “Yang kami khawatirkan, bisa membawa virus ke rumah. Dan itu terjadi pada diri saya. Karena risiko kerja selama pemulasaran jenazah Covid-19, anak saya yang berumur 6 bulan, istri, mama dan kakak ikut tertular,” terangnya.

“Saya bersama keluarga sabar menjalani cobaan ini, ikhlas dan lapang dada. Alhamdulillah, setelah melewati masa inkubasi kurang lebih tiga minggu, saya bersama keluarga dinyatakan sehat dari Covid-19. Alhamdulillah, semua sehat sampai sekarang,” lanjut Deden.

Kendati mengalami hari-hari sulit akibat tertular Covid-19, namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap melaksanakan tugas mengurus jenazah pasien Covid-19.

“Sampai sekarang kami tetap bertahan, untuk penanganan jenazah pasien Covid-19. Itu sudah tugas, dan tanggung jawab kami selaku petugas forensik yang ditunjuk langsung untuk pemulasaran jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19,” terangnya.

Sebagai seorang ayah, suami, adik dan anak dari seorang ibu, Deden ingin kembali berkumpul bersama keluarga tanpa harus takut Covid-19. Olehnya, dia berharap agar masyarakat Kabupaten Banggai selalu taat dan patuh terhadap imbauan pemerintah untuk mengikuti protokol kesehatan.

“Pesan saya untuk masyarakat Kabupaten Banggai. Jangan ngeyel dengan masalah virus ini. Daerah kita sedang tidak baik-baik, karena setiap hari masuk terus pasien suspek, maupun sudah positif. Mari kita tetap taat dan patuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, makan makanan bergizi, jaga stamina dengan vitamin, dan istirahat yang cukup. Insyaallah, kesehatan kita tetap terjaga,” harapnya. (*)

 

 


Komentar

Berita Berikutnya

Sejak Winstar Memimpin, Warga Bualemo Sebut Banggai Terus Mengalami Kemajuan

LUWUK—Kepemimpinan Calon bupati Herwin Yatim dan calon wakil bupati Mustar Labolo selama satu periode diakui masyarakat sangat memuaskan. Lantaran sejak dipimpin WinStar, masyarakat telah banyak merasakan berbagai program di berbagai sektor dari pemerintah daerah Kabupaten Banggai. Hal ini dikatakan langsung oleh Haswan (52) tokoh masyarakat dari desa Binsil Padang, Kecamatan […]
Calon bupati Herwin Yatim bersama Happy Y Manopo dan Anggota DPRD Zainuri, saat berfoto bersama dengan masyarakat Kecamatan Bualemo (26/11/2020). [Foto: Istimewa]