LUWUK, LUWUK POST-Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi November 2020 sebesar 0,28 persen.
Kepala BPS Kabupaten Banggai, Muzakir mengatakan, dalam perkembangan Indeks Harga Konsumen atau Inflasi dari 90 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 83 kota mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 1,15 persen dan inflasi terendah sebesar 0,01 persen terjadi di Kota Bima.
Selanjutnya Kota Kendari mengalami deflasi tertinggi sebesar 0,22 persen, sementara Kota Meulaboh dan Kota Palopo mengalami deflasi terendah sebesar 0,01 persen.
“Kota Luwuk menempati urutan ke-8 inflasi tertinggi di kawasan Sulampua dan urutan ke-46 secara nasional,” tuturnya, Kamis (3/12).
Adapun kenaikan indeks harga terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau (1,25 persen), diikuti oleh kelompok perlengkapan, pakaian dan alas kaki (0,12 persen), kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,05 persen), kelompok rekreasi, olah raga dan budaya (0,02 persen), sedangkan kelompok transportasi mengalami penurunan indeks harga (0,89 persen), diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,37 persen), dan kelompok kesehatan (0,07 persen).
Kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan, kelompok pendidikan, dan kelompok penyedia makan dan minuman/restoran pada bulan ini relatif stabil. “Inflasi tahun kalender sebesar 1,09 persen dan inflasi tahun ke tahun bulan November 2020 terhadap November 2019 sebesar 1,03 persen,” terangnya.
Ia mengaku, selama November 2020, kota Luwuk mengalami inflasi 0,32 persen, yang dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar (1,25 persen), diikuti oleh kelompok perlengkapan, pakaian dan alas kaki (0,12 persen), kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,05 persen), kelompok rekreasi, olah raga dan budaya (0,02 persen). Sedangkan kelompok transportasi mengalami penurunan indeks harga (0,89 persen), diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,37 persen) dan kelompok kesehatan (0,07 persen).
Kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan, kelompok pendidikan, dan kelompok penyedia makan dan minuman atau restoran pada bulan ini relatif stabil. Pada periode yang sama, inflasi tahun ke tahun kota Luwuk (1,03 persen). “Kenaikan indeks tahun ke tahun tertinggi terjadi pada kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran (6,28 persen), sedangkan kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran mengalami penurunan indeks tertinggi (0,17 persen),” ungkapnya.
Inflasi kota Luwuk (0,32 persen) disumbangkan oleh andil kelompok makanan minuman dan tembakau (0,41 persen), diikuti oleh kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,01 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (0,01 persen) dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,01 persen), dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya menyumbangkan andil positif sebesar dibawah (0,01 persen) sedangkan kelompok transportasi memberikan andil negatif (0,10 persen), diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,03 persen).
“Dan kelompok kesehatan dibawah (0,01 persen) yakni kelompok penyedia makanan minuman atau restoran, kelompok pendidikan, dan kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan relatif stabil,” pungkasnya. (gom)
