November 2020, Luwuk Inflasi 0,32 Persen

Luwukpost.id -

LUWUK, LUWUK POST-Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi November 2020 sebesar 0,28 persen.

Kepala BPS Kabupaten Banggai, Muzakir mengatakan, dalam perkembangan Indeks Harga Konsumen atau Inflasi dari   90   kota   pantauan   IHK   nasional,   sebanyak   83   kota   mengalami  inflasi  dan  7  kota  mengalami  deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 1,15 persen dan inflasi terendah  sebesar  0,01  persen  terjadi  di  Kota  Bima.

Selanjutnya Kota Kendari mengalami deflasi  tertinggi  sebesar  0,22  persen, sementara Kota Meulaboh dan Kota Palopo mengalami deflasi terendah sebesar 0,01 persen.

“Kota Luwuk menempati urutan ke-8 inflasi tertinggi di kawasan Sulampua dan urutan ke-46 secara nasional,” tuturnya, Kamis (3/12).

Adapun kenaikan indeks harga terjadi  pada  kelompok makanan, minuman dan tembakau (1,25 persen), diikuti oleh kelompok perlengkapan, pakaian dan alas kaki (0,12 persen), kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,05 persen), kelompok rekreasi, olah raga dan budaya (0,02 persen), sedangkan kelompok transportasi mengalami penurunan indeks harga (0,89 persen), diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa  lainnya (0,37 persen), dan kelompok kesehatan (0,07 persen).

Kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan, kelompok pendidikan, dan kelompok penyedia makan dan minuman/restoran pada bulan ini relatif stabil. “Inflasi tahun kalender sebesar 1,09 persen dan inflasi tahun ke tahun bulan November 2020 terhadap November 2019 sebesar 1,03 persen,” terangnya.

Ia mengaku, selama November 2020,  kota Luwuk mengalami inflasi 0,32 persen, yang dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar (1,25 persen), diikuti oleh kelompok perlengkapan, pakaian dan alas kaki (0,12 persen), kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,05 persen), kelompok rekreasi, olah raga dan budaya (0,02 persen). Sedangkan kelompok transportasi mengalami penurunan indeks harga (0,89 persen), diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,37 persen) dan kelompok kesehatan (0,07 persen).

Kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan, kelompok pendidikan, dan kelompok penyedia makan dan minuman atau restoran pada bulan ini relatif stabil. Pada periode yang sama, inflasi tahun ke tahun kota Luwuk (1,03 persen). “Kenaikan indeks tahun ke tahun tertinggi terjadi pada kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran (6,28 persen), sedangkan kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran mengalami penurunan indeks tertinggi (0,17 persen),” ungkapnya.

Inflasi kota Luwuk (0,32 persen) disumbangkan oleh andil kelompok makanan minuman dan tembakau (0,41 persen), diikuti oleh kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,01 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (0,01 persen) dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,01 persen), dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya menyumbangkan andil positif sebesar dibawah (0,01 persen) sedangkan kelompok transportasi memberikan andil negatif (0,10 persen), diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,03 persen).

“Dan kelompok kesehatan dibawah (0,01 persen) yakni kelompok penyedia  makanan minuman atau restoran,  kelompok pendidikan, dan kelompok  informasi komunikasi dan jasa keuangan  relatif stabil,” pungkasnya. (gom)