Kemenangan AT-FM Kehendak Rakyat, Sahraen Sibay: Ketua Parpol Pengusung dan Akademisi Punya Andil Luar Biasa

Luwukpost.id -

LUWUK, LUWUK POST-Hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pilkada Kabupaten Banggai tahun 2020, masih terus berlanjut. Hingga Minggu malam (13/12), KPU telah mengumpulkan suara dari 447 TPS (57,98 persen) dari total 771 TPS di 23 kecamatan se-Kabupaten Banggai.

Hasil hitung cepat KPU pada aplikasi SiRekap tersebut, masih menempatkan pasangan nomor urut 2, Amirudin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili (AT-FM) dengan perolehan 51.829 suara (44,2 persen). Sementara pasangan nomor urut 3, Herwin Yatim-Mustar Labolo (WinStar) yang menjadi pesaing terdekatnya 36.619 suara (31,2 persen), dan pasangan nomor urut 1, Sulianti Murad dan Zainal Abidin Alihamu (HATIMU) sebanyak 28.855 suara (24,6 persen).

Menanggapi hasil hitung cepat KPU yang masih menempatkan pasangan AT-FM pada posisi teratas, Pengamat Politik Kabupaten Banggai, Sahraen Sibay mengatakan bahwa kemenangan sementara AT-FM merupakan keinginan masyarakat untuk Kabupaten Banggai yang lebih baik.

“Masyarakat sudah memilih. Hasilnya sudah terlihat, bahwa masyarakat ingin Kabupaten Banggai dipimpin oleh pemimpin yang baru,” ujarnya.

Terlepas dari hasil hitung cepat KPU tersebut, Sahraen menilai bahwa kemenangan AT-FM adalah hasil kerja keras para tim dan relawan, khususnya ketua-ketua parpol pengusung dan akademisi yang tergabung dalam tim relawan.

“AT-FM adalah sosok yang dicintai masyarakat Kabupaten Banggai. Namun dibelakangnya tentu ada orang-orang hebat yang memiliki pengaruh yang sangat besar atas keterpilihan AT-FM,” katanya.

AT-FM merupakan paslon yang diusung Partai Nasdem, PKB, Hanura dan Golkar. Selain dari parpol, AT-FM juga banyak didukung oleh kalangan akademisi seperti mantan rektor, mantan wakil rektor, hingga mantan dekan dari sejumlah kampus swasta di Kota Luwuk.

“Ketua-ketua parpol pengusung seperti Batia Sisilia Hadjar, Syafrudin Husain, dan I Wayan Supadiasa dan sosok Samsul Bahri Mang, serta kolaboratif akademisi seperti Farid Haluti, Taufik Bidulah, Hamdin Husin, serta mantan-mantan dekan baik di Unismuh Luwuk maupun di Untika Luwuk, adalah orang-orang yang juga berpengaruh besar terhadap kemenangan AT-FM,” terangnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa para politisi yang tergabung dalam parpol pengusung AT-FM, memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat, khususnya milenial. Sehingga tingkat keterpilihan AT-FM lebih tinggi dibanding paslon lainnya. Ia mencontohkan Batia Sisilia Hadjar dan Samsulbahri Mang.

“Mereka bukan kaum milenial. Tapi ada yang dilihat oleh kaum milenial dalam diri mereka. Sehingga hal inilah mengapa kaum milenial lebih memilih AT-FM ketimbang paslon lain,” tandasnya.

Pun begitu dengan akademisi. Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap akademisi masih sangat tinggi dibandingkan yang lain. Hal ini mengapa program-program AT-FM yang disampaikan langsung oleh para akademisi mudah dicerna dan dipandang lebih baik oleh masyarakat.

“Makanya tidak heran jika masyarakat lebih memilih AT-FM dengan berbagai program yang tertuang dalam visi-misi paslon tersebut,” imbuhnya. (and)