Pemprov Sulteng Bersiap Hadapi Tekanan

Luwukpost.id -

PALU, LUWUK POST—Pemerintah perlu merumuskan strategi khusus pengendalian inflasi, menyongsong hari Natal dan Tahun Baru, serta tekanan ekonomi 2021 mendatang.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, DR Rusli Baco Dg Palabbi, mengatakan, pandemi Covid-19 menimbulkan tekanan ekonomi pada masa ini.

Terlebih menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru yang  mengakibatkan tekanan ekonomi bertambah berat.

Rusli mengatakan, hal ini perlu menjadi perhatian. Terutama di tengah bencana nonalam Covid–19, yang dampaknya sangat terasa terhadap pertumbuhan ekonomi, pemutusan hubungan kerja, menurunnya daya beli masyarakat.

Di sisi lain naiknya harga tiket pesawat Garuda dan Lion Air, penjualan LPG 3 kg di atas harga eceran tertinggi yang sudah ditetapkan pemerintah, malah membuat makin susah daya beli masyarakat.

“Karena itu fungsi pengawasan terhadap jalur distribusi LPG 3 kg perlu dimaksimalkan, sehingga sesuai dengan peruntukannya bagi masyarakat miskin. Sehubungan dengan hal tersebut, jika ada agen atau pangkalan yang nakal ditemukan di lapangan agar ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Wakil Gubernur pada acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tengah, di Swissbelinn Hotel, Selasa (15/12).

Sementara itu, arahan virtual dari Presiden RI Joko Widodo pada Rakornas Pengendali Inflasi 2020, kata Rusli Palabbi, bahwa para Gubernur diminta memperkuat upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat dengan mempercepat realisasi APBD. Terutama bantuan sosial dan belanja modal, guna mendukung pemulihan ekonomi terutama di sektor UMKM.

Dalam rangka memastikan ketersediaan pangan di daerah, para Gubernur agar segera memperkuat data informasi pangan guna merumuskan kebijakan yang tepat.

 “Memperhatikan arahan presiden tersebut, saya harapkan kepada tiap OPD yang terkait dalam tim pengendalian inflasi agar memperhatikan dan menindaklanjuti arahan Presiden dimaksud, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing masing,” jelas Wakil Gubernur.

Rusli menambahkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 diperkirakan masih akan relatif lebih rendah, dibandingkan tahun 2019. Dampak Covid-19 sudah mulai terlihat dari realisasi triwulan I 2020, yang melambat cukup jauh dibandingkan angka perkiraan awal sebelum Covid-19.

Dari sisi kontribusi komponen PDRB, konsumsi rumah tangga dan investasi merupakan komponen yang paling terdampak, dan diperkirakan akan mulai pulih pada triwulan III 2020.

Selaku Ketua TPID Provinsi Sulawesi Tengah,  Wakil Gubernur berharap, TPID bekerja  efektif dan bisa mengendalikan inflasi dengan memperhatikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

“Agar bisa tercapai, hal lain yang perlu diperhatikan adalah meningkatkan produktivitas, terutama pascapanen dan meningkatkan cadangan pangan pemerintah, menurunkan rata rata inflasi, dan turun naiknya harga pada komoditas pangan strategis, menurunkan disparitas harga antardaerah dengan rata-rata harga nasional, dan meningkatkan kualitas pangan, serta komoditas strategis lainnya,” kata Rusli.

Rusli meminta, menjelang natal dan tahun baru diharapkan TPID Sulteng agar tetap melakukan pemantauan terhadap   ketersediaan stok kebutuhan pokok masyarakat, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga.

Kepada pertamina agar kebutuhan bahan bakar dan LPG 3 kg untuk masyarakat, dapat terpenuhi selama perayaan natal dan tahun baru.

“Inflasi masih bisa dikendalikan dengan berbagai upaya sehingga bisa ditekan. Sampai pada bulan November 2020 inflasi kita berada pada angka 2,20 % (yoy). Ini perlu dijaga dengan penguatan program pengendalian inflasi itu sendiri,” kata Rusli. (bas)