Pegiat Usaha Kopi Belum Tersentuh Program Pemda

Luwukpost.id -

LUWUK, LUWUK POST-Usaha warung atau kafe kopi di Luwuk, Kabupaten Banggai, saat ini sangat pesat penyebarannya. Perkembangan ini terlihat sejak tahun 2012, hingga sekarang.

Hal inilah yang harus diapresiasi, karena dari warung atau kafe kopi lahir banyak sekali ide dan gagasan serta tindakan-tindakan yang positif, untuk membangun karakter-karakter terbaik pemuda dan kaum milenial produktif, yang tentunya berguna bagi daerah.

Pemilik kafe Bakopi, Bayu, mengatakan, Luwuk Banggai saat ini punya sisi pahit manisnya petani dan usaha kopi yang harus diperhatikan. Tentunya, mulai dari kesejahteraan petani dan keseimbangan usaha kopi itu sendiri.

Ia melihat, program-program pemerintah khususnya untuk UKM sampai saat ini belum sampai pada titik maksimal.

“Itu karena masih banyak yang belum tersentuh pemerhati UKM, khususnya pegiat usaha kopi, bahkan petani kopi pun masih jarang untuk melakukan eksplorasi tanamannya (kopi) karena terbentur dengan hal ini,” tuturnya, Minggu (20/12).

Karena menurutnya, bicara tentang kopi tentunya Sulteng itu bukan hanya tentang ibu kota Palu. Maka dengan ini, Bayu mengajak untuk bersama membangkitkan petani dan pengusaha kopi. Karena dalam masa sekarang dengan wabah pandemi seperti ini, mungkin ada beberapa warung dan kafe yang  masih tutup.

“Itu karena sesuatu hal yang mungkin tidak bisa dipaksakan karena wabah, ini yang harus diperhatikan, sangat penting pemerintah untuk bisa bersinergi dengan kami selaku pegiat kopi,” pinta alumni SMAN 2 Luwuk itu.

Bayu mengaku, kalau hal ini berjalan sesuai prosedurnya, Kabupaten Banggai pasti akan selalu menjadi destinasi kopi. Karena kita tidak pernah menyadari bahwa kopi Desa Teku, Lobu, Nuhon dan Bunta itu mulai berkembang dengan kekuatan mereka. Dan mereka selaku pegiat kopi, hanya bisa membeli atau dukungan dengan keterbatasan yang dimiliki.

“Pegiat kopi Banggai selalu dan akan selalu menjadi orang pertama yang siap bergandengan tangan dengan Pemda ataupun Pemprov, untuk memajukan daerah kita dengan keahlian kita dalam aspek kopi. Saya yakin dan percaya semua pegiat kopi sampai saat ini masih semangat berjuang,” pungkasnya. (gom)