Tutup Wisata Salodik, Pemda Dinilai Pilih Kasih

Luwukpost.id -

LUWUK, LUWUK POST—Surat imbauan pemerintah Kabupaten Banggai kepada pelaku usaha, untuk menutup sementara usahanya di lokasi wisata mulai 21 Desember-3 Januari menuai sorotan.

Pasalnya, imbauan susulan yang menindaklanjuti surat imbauan bersama dari  Forkopimda Kabupaten Banggai tertanggal 22 Desember  2020 itu, tidak dilaksanakan dengan merata.

Ada kesan, penutupan tempat usaha hanya menyasar lokasi-lokasi tertentu. Sebagaimana dikeluhkan oleh pelaku usaha kedai kopi, di lokasi objek wisata Salodik.

Lokasi wisata itu, kata dia, ditutup sementara oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai, sebagai repsons terhadap imbauan Forkopimda Banggai.

“Kenapa hanya lokasi wisata air terjun di Salodik yang ditutup? Sementara lokasi wisata Kilometer 5 di dalam kota tidak ditutup. Padahal, imbauannya semua lokasi wisata dan usaha yang berjualan di tempat wisata harus ditutup sementara,” kata Acong, pemilik kedai kopi di Salodik.

Ia melihat pemerintah daerah bertindak tidak adil. “Pemerintah tidak adil. Pilih kasih. Kasihan kami masyarakat di Salodik yang sudah menunggu momentum natal dan tahun baru,” katanya.

Ia mengatakan, penutupan tempat usaha yang diterapkan dengan pilih kasih itu, membuat pelaku usaha di lokasi wisata Salodik kehilangan pendapatan. “Kasihan  kami yang menjual di dalam objek wisata. Pendapatan kami hanya di situ. Kami bisa terima, kalau memang imbauan ini untuk pencegahan kerumunan banyak orang. Tetapi kenapa hanya Salodik yang ditutup. Kenapa lokasi wisata lain tidak, padahal lokasi wisata lainnya juga banyak orang dan berpotensi terhadap penularan Covid,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai, Paiman Karto, yang dikonfirmasi koran ini menerangkan, kawasan Kilometer 5 merupakan area terbuka, dengan deretan penjaja kuliner. Lokasi ini masih dibuka, namun tetap ditekankan agar mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah peningkatan Covid-19. “Jika dari gugus tugas Covid-19 merekomendasikan kawasan KM 5 ditutup, tentu Pemda akan menutupnya,” katanya.

Terkait penilaian bahwa Pemda Banggai pilih kasih, ia mengatakan, Salodik sepenuhnya merupakan lokasi wisata dan masuk dalam item yang direkomendasikan dari hasil Rapat Pimpinan Daerah, Forkopimda dan Satgas Covid-19. (ris)