Jembatan Palu Sigi segera Dibangun

Redaksi Luwuk Post
Wali kota Palu Drs Hidayat dan Bupati Sigi Irwan Lapata, sepakat menandatangani kerjasama pembangunan jembatan Palu-Sigi, Minggu (6/12). [Foto: Dok Pemkot Palu]
Wali kota Palu Drs Hidayat dan Bupati Sigi Irwan Lapata, sepakat menandatangani kerjasama pembangunan jembatan Palu-Sigi, Minggu (6/12). [Foto: Dok Pemkot Palu]

PALU, LUWUK POST—Pemerintah Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah sepakat membangun jembatan penghubung antara kedua daerah tersebut guna memudahkan masyarakat.

Wali Kota Palu, Hidayat dalam keterangannya pada penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemkab Sigi di Palu, Minggu (6/12) mengatakan, pembangunan jembatan ini diperlukan sebagai penghubung kedua daerah dalam memajukan sejumlah sektor, salah satunya sektor ekonomi.

“Infrastruktur jalan salah satu bagian penting dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah. Bayangkan kalau tidak ada jalur-jalur alternatif di dalam kota, tentu angkutan barang memakan waktu sampai tujuan,” ujar Hidayat.

Rencananya, lokasi pembangunan jembatan oleh Pemkot Palu berada di wilayah Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan menghubungkan Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

Jembatan tersebut, melintas di atas sungai Palu dan rencana tersebut sudah lama digagas sebagai wujud komitmen Pemkot Palu dan Pemkab Sigi guna mengurai kemacetan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Persoalan nama jembatan nanti kami beri nama, yang terpenting fisiknya (jembatan) terbangun karena sangat dibutuhkan, khususnya warga Kelurahan Birobuli Selatan dan Desa Tinggede,” ucap Hidayat.

Wali kota mengemukakan, pergerakan penduduk Kecamatan Palu Selatan cukup besar, karena dipengaruhi tumbuhnya kawasan perumahan dan permukiman, demikian pula Desa Tinggede yang berbatasan langsung dengan Palu sebagai ibu kota administratif Sulteng.

Beberapa bulan lalu, Pemkot Palu meresmikan jembatan Palu V atau jembatan Lalove yang kini telah dimanfaatkan sebagai jalur transportasi penghubung wilayah Selatan dan Barat kota itu.

Apalagi, usai bencana alam gempa, tsunami dan likuefaksi 28 September 2018 silam, yang meluluhlantakkan infrastruktur sarana dan prasarana kota, maka sejalan degan program tersebut perlu penataan dan pembangunan berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat.

“Tidak ada jalan lain membangun ekonomi di kota ini, kecuali memanfaatkan sektor jasa karena Palu tidak memiliki lahan pertanian, oleh karena itu pemerintah saat ini fokus membangun tempat-tempat destinasi, khususnya empat dimensi yakni dimensi gunung, bukit, teluk dan sungai,” papar Hidayat. (bas)


Komentar

Berita Berikutnya

Jelang Pilkada dan Natura, Seluruh Sumber Daya Disiapkan

PALU, LUWUK POST—Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memimpin rapat bersama Forkopimda, OPD dan mitra kerja untuk membahas kesiapan sumber daya di Sulteng dalam menyukseskan pilkada serta natal dan tahun baru (nataru) di kantor Gubernur Sulteng, Senin (7/12). Dari rapat tersebut, Karo Humas Protokol Haris Kariming melaporkan, dari aspek ketahanan pangan, […]
Rapat Gubernur Sulteng dan Forkompimda serta mitra kerja terkait kesiapan pilkada serta natal tahun baru, Senin (7/12) di kantor Gubernur Sulteng. [Foto: Dok Pemprov Sulteng]