Pembahasan APBD 2021, Banggar DPRD “Semprot” Dinas Kesehatan
LUWUK, LUWUK POST-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banggai tahun 2021, kembali dibahas, usai evaluasi Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (30/12).
Dalam pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Gedung DPRD tersebut, terkuak besaran anggaran penanganan Covid-19 yang diberikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai.
Hal ini menuai tanggapan dari sejumlah anggota Banggar, mengingat anggaran yang dialokasikan ke OPD yang dipimpin Dr. Anang Otoluwa tersebut, lebih besar dari hasil pembahasan pada struktur R-APBD 2021 atau sebelum evaluasi Gubenur Sulteng atas penetapan APBD 2021.
Anggota Banggar yang juga Sekretaris Fraksi Golkar, Irwanto Kulap mengatakan, dalam momentum APBD Perubahan (APBD-P) 2020, Dinas Kesehatan telah dialokasikan anggaran cukup besar untuk penanganan Covid-19, yakni sebesar Rp 70 miliar lebih. Irwanto Kulap lantas menanyakan rincian belanja Dinas Kesehatan tahun 2020, khusus yang berkaitan dengan alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Covid-19.
“Mohon dijelaskan rincian belanja Dinas Kesehatan tahun 2020 agar bisa diperhadapkan dengan APBD 2021,” ujarnya.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Dr. Anang Otoluwa tak menampik. Menurut Anang, pada momentum APBD Perubahan 2020, terdapat anggaran sebesar Rp 72 miliar, dimana Rp 50 miliar dialokasikan untuk Dinas Kesehatan dan Rp 22 miliar untuk RSUD Luwuk. Khusus anggaran Dinas Kesehatan, dibelanjakan untuk APD level III, termasuk masker yang diberikan kepada KPU Banggai untuk wajib pilih pada Pilkada Banggai 9 Desember 2020.
Menanggapi pernyataan Dr. Anang, Irwanto Kulap kembali bereaksi. Menurutnya, pada momen voting day 9 Desember 2020 lalu, dirinya tidak diberikan masker, baik oleh KPU maupun Dinas Kesehatan. Bahkan kata dia, masker ia bawa sendiri dari rumah.
“Ini mohon diperjelas. Kalau Dinas Kesehatan mengadakan masker di Pilkada, ini harus dikonfirmasi ke KPU. Karena KPU juga melakukan pengadaan masker,” tandasnya.
Pun begitu dengan Anggota Banggar lainnya, Ibrahim Darise. Ketua Fraksi PAN ini juga mengaku tak diberikan masker saat pemilihan. Ia justru membawa masker sendiri berdasarkan imbauan KPU Kabupaten Banggai.
“Tidak ada KPPS yang bagikan masker. Karena sejak awal memang KPU sudah mengimbau agar membawa pulpen dan masker sendiri dari rumah. Jadi masker yang diadakan oleh Dinas Kesehatan itu kemana?” tandasnya. (and)
