Waspadai Gelombang Tinggi

Luwukpost.id -

LUWUK, LUWUK POST-Para nelayan di Kabupaten Banggai diminta untuk berhati-hati ketika turun melaut Selasa (5/1) pagi. Gelombang tinggi berpotensi terjadi mulai pukul 08.00 Wita sampai dengan keesokan harinya, Rabu (6/1).

Peringatan tersebut datang dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geogisika, Stasiun Meteorologi Maritim Bitung. Dalam siaran persnya menyebutkan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara ke Timur dengan kecepatan rata-rata 06 hingga 25 knot.

Sementara di wilayah Indonesia bagian Selatan umumnya bergerak dari Barat Laut menuju Timur Laut dengan kecepatan rata-rata 06 sampai 15 knot.

Kepala BMKG Luwuk, Ali Mustofa menyarankan sebaiknya para nelayan tidak melaut yang jauh dari bibir pantai, karena akan mebahayakan diri. “Kalau posisi melautnya dekat Luwuk masih aman,” tuturnya, Senin (4/1).

Ia juga cukup mengkhawatirkan kapal penumpang baik perahu motor cepat maupun feri yang bepergian menuju ke Kabupaten Banggai Laut, karena gelombang tersebut bisa saja memengaruhi pelayaran. “Kalau ke Balut (Banggai Laut) agak waspada,” terangnya.

Selain nelayan, kapal tongkang  berukuran besar seperti Kargo atau kapal pesiar bisa terancam dengan gelombang tinggi tersebut. Karena itu, berharap kewaspadaan sejak dini agar tidak terjadi yang tidak diinginkan.

Di Kabupaten Banggai Laut, sejak akhir Desember laut pasang mulai merambat ke bibir pantai. Ini terlihat di Desa Lokotoy, Kecamatan Banggai Utara pada 27 Desember 2020, lalu di Desa Matanga, Kecamatan Banggai Selatan, air pasang hanya berjarak sekitar 3 meter dari dapur rumah masyarakat.

Sejumlah nelayan kepada Harian Luwuk Post mengakui, fenomena ini biasanya memang terjadi akhir tahun hingga mendekati pertengahan kalender tahun berikutnya. “Musim Utara tidak lama lagi mulai. Biasanya agak kencang gelombang,” kata seorang nelayan di Desa Matanga. (gom/ali)