PALU, LUWUK POST—Memasuki tahun 2021, harga sedang bagus-bagusnya. Saat ini harga komoditi asli Sulawesi Tengah tersebut, menembus Rp11.800/kg untuk harga pengepul di Palu. Harga ini jauh lebih tinggi dari harga pasaran Rp8.000 per kg.
Ani, pengepul kopra di Jalan Labu Kota Palu, mengatakan, harga beli dan jual kopra merangkak naik, di penghujung tahun 2020 hingga awal tahun ini. “Sejak November sampai sekarang ini naik,” kata Ani, yang membuka usaha jual beli hasil bumi di sekitaran pasar Inpres Manonda Palu, kepada Luwuk Post Selasa (5/1).
November 2020, harga kopra sempat Rp9.000-an per kilogramnya. Fluktuasi harga ini, katanya, disebabkan dari pedagang besar yang membeli kopra miliknya.
“Karena dulu kopra ini tidak setinggi sekarang. Rata-rata dari Rp8000 ribu per kilo hingga Rp10000 ribu per kilo. Sekarang ini lagi bagus,” kata Ani.
Senada dengan Ani, Rina yang juga pengepul kopra di sekitaran pasar Inpres Manonda, mengatakan, harga kopra saat ini berada di puncaknya.
“Harga tergantung pasar. Pasar ramai meminta, jadi harganya naik,” kata Ani.
Ani mempekerjakan seorang karyawan yang membantunya melayani angkut hasil bumi. Setiap minggunya, ia bisa menyetor tiga hingga empat ton kopra, dengan kadar air tujuh persen ke gudang milik bosnya di jalan Sis Al Djufrie.
Pengepul hasil bumi di jalan Pue Bongo Palu, Hermawan pun mengatakan serupa. Ia bisa mengirim kopra dengan kandungan air tujuh persen ke eksportir sampai 10 ton lebih per minggu.
Kopra termasuk komoditi andalan di Sulteng. Pedagang kopra dari Buol ini mengaku, membeli kopra dari para petani yang berada di Kabupaten Sigi, Donggala, hingga Parigi Moutong.
“Ada yang dari Marawola (Sigi), Pantai Barat (Donggala), Pinembani (Donggala) dan juga dari Parigi ada. Petani itu datang kemari bawa hasil kopra yang sudah dikeringkan,” kata Hermawan.
Ia membeli kopra dari petani dengan harga Rp11.400 per kilogram. Kemudian dijualnya ke eksportir di kawasan Pantoloan, dengan harga yang lebih tinggi. “Ada untungnya pasti,” kata Hermawan.
Kepala Seksi Pemasaran Produk Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Siti Maimunah, mengatakan, harga kopra relatif bagus di masa pandemi. Harga pasar, sesuai data Dinas Perindag Provinsi Sulteng Rp7.000 hingga Rp8.000 per kg, mengalami kenaikan karena kebutuhan pasar.
“Ini menandakan hasil pertanian itu tidak akan jatuh meskipun ada krisis. Harga yang naik ini, sangat bagus karena petani di Sulteng tidak terdampak krisis mata pencahariannya,” ujar Siti di kantornya, Selasa (5/1). (bas)

![KOPRA HARGA MEMBAIK: Petani Kopra Kecamatan Pagimana (Foto: Anto Yasin/Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/12/KOPRA.jpg)
