LUWUK, LUWUK POST-Pengamat politik Kabupaten Banggai, Kisman Karinda, angkat bicara terkait nasib pasangan calon bupati dan wakil bupati Banggai, Herwin Yatim-Mustar Labolo (WinStar) pada Pilkada Banggai 2020.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk ini mengatakan, pasca informasi bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) RI yang hanya menerima 25 pengajuan dari 136 permohonan gugatan hasil Pilkada serentak 2020, maka satu-satunya kesempatan untuk paslon nomor urut 3 itu hanya tersisa di Bawaslu RI.
“Jika yang terjadi seperti itu, artinya pintu WinStar untuk menang di Pilkada hanya di Bawaslu RI,” ujar Kisman, Minggu (10/1).
Kesempatan WinStar untuk memenangkan banding di Bawaslu RI lanjut Kisman, bukan tak memiliki dampak. Menurutnya, hal itu justru rentan terhadap gesekan akar rumput.
“Kalaupun ini diterima di Bawaslu RI, unsur subjektifitasnya tinggi. Sebab prosesnya sudah melewati putusan di Bawaslu Provinsi. Secara logika itu sudah sah. Tapi untuk memenuhi rasa ketidakpuasan paslon, maka dilanjutkanlah ke Bawaslu RI. Dan proses itu saya anggap sebagai suatu proses yang lumrah bagi pencari keadilan. Tapi secara sosiologis, ini rentan terhadap gesekan akar rumput,” paparnya.
Gesekan akar rumput yang dimaksud sambung dia, berkait dengan rekonsiliasi yang seharusnya sudah terbangun sejak putusan KPU tentang penetapan hasil perolehan suara hingga putusan terkait dugaan pelanggaran yang sebelumnya telah disidangkan oleh Bawaslu Sulteng.
“Seyogyanya dalam tahapan ini kita sudah memasuki fase rekonsiliasi, diamana masing-masing pendukung melebur untuk sama-sama berpartisipasi untuk membangun Banggai yang lebih baik,” terangnya.
Olehnya, dia menyarankan agar masing-masing paslon untuk sama-sama menahan diri agar tidak terlalu larut dalam euforiaia politik.
“Serahkan semua proses ini kepada lembaga terkait. Kecuali lembaga tersebut sudah tidak lagi bisa menengahi konflik yang ada. Dan untuk paslon sendiri, menurut saya seharusnya memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat, karena paslon itu merupakan panutan bagi pendukungnya. Kalau umpama paslon melakukan perbuatan yang tidak terpuji, tentunya akan diikuti oleh pendukungnya. Kongritnya adalah perbaiki komunikasi yang baik dengan paslon yang lain,” imbuhnya. (and)




