PALU, LUWUK POST–Empati masyarakat Sulawesi Tengah terhadap bencana alam yang terjadi di Sulawesi Barat cukup tinggi. Jarak antara dua provinsi itu, bukan lagi halangan untuk menjalankan misi kemanusiaan. Truk bantuan hilir mudik hingga saat ini.
Sejumlah organisasi pemerintah dan swasta menggalang bantuan, kemudian menyalurkan kepada masyarakat Sulawesi Barat hanya sehari setelah gempa bumi memorakporandakan Majene, Mamuju, dan sekitarnya. Hingga pada Rabu (20/1) pagi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng turut mengirimkan logistik satu truk dan 25 mobil berisi logistik dan penumpang.
Sekretaris Dinas Dikbud Sulteng Chwarismy Shindy mengatakan, bantuan yang dikirim merupakan donasi dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Wilayah I-IV meliputi Palu, Sigi Donggala, Poso, Parigi, Ampana, Morowali dan Morowali Utara. Bantuan itu akan diserahkan kepada kepala dinas pendidikan Sulbar.
“Kami dinas induk yang menjadi yang menjadi koordinator pengumpulan, sudah memberangkatkan logistik tadi dilepas oleh Kabid Dikmen SMA,” kata Shindhy.
Bantuan lain datang dari organisasi Inkindo Sulteng. Organisasi profesi konsultan itu mengirim logistik, Rabu. Ketua Inkindo Sulteng Gufran Ahmad, mengatakan bantuan Inkindo didorong rasa kemanusian masyarakat Sulteng atas musibah yang dialami masyarakat Sulbar.
“Dulu sewaktu gempa bumi di Palu, masyarakat Sulbar sangat membantu masyarakat Sulteng. Saat ini, kita yang membantu saudara kita di Sulbar. Apalagi Sulteng dengan Sulbar merupakan provinsi tetangga yang berdekatan. Kita lah yang harus pertama kali empati kepada mereka,” kata Gufran.
Ia menjelaskan, bantuan dari Inkindo Sulteng akan disalurkan ke posko induk Inkindo di Sulbar. Bantuan yang dikirim ke Sulbar sesuai dengan kebutuhan mendasar atas informasi dari posko induk. Inkindo secara kelembagaan melakukan koordinasi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan satgas bencana.
“Di sana kami sudah ada Posko yang didirikan dan dipusatkan di Kantor DPP Inkindo Sulbar,” katanya.
Selain itu, Badan Kebencanaan Nasional Inkindo menurunkan juga relawan yang pimpin langsung oleh Ketua DPP Inkindo Kalimantan Selatan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana banjir di Kalimantan Selatan dan gempa bumi di Sulawesi Barat.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan mitigasi bencana juga penting dilakukan agar meminimalisir risiko bencana dan menimbulkan korban yang banyak, dan mencari informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait agar tidak cepat percaya hoaks,” kata Gufran.
Inkindo memang memiliki Badan Pengabdian Masyarakat dan Kebencanaan Nasional (BPMKN). Badan ini yang mengurus dan mengelola sumbangan dan bantuan dari keluarga besar Inkindo seluruh Indonesia.
Menurut Gufran, relawan dari Inkindo Provinsi Sulawesi Selatan Sulsel telah bergerak lebih dulu sehari setelah gempa bumi di Sulbar. “Kami dari DPP Inkindo Sulteng ini hari baru berangkat ikut bergabung dan membantu di Sulbar,” kata Gufran.
Pada Selasa (19/1) sore, Polda Sulteng juga kembali berangkatkan sembilan mobil pembawa bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Sulbar. Bantuan itu dikawal dua unit mobil Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sulteng dari halaman mako Polda Sulteng di Jalan Soekarno Hatta, Palu.
Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto menjelaskan, bantuan kemanusian telah dua tahap yang diberangkatkan ke Sulbar. Bantuan itu berasal dari Yayasan Kemala Bhayangkari Sulteng, pribadi personil Polda Sulteng dan masyarakat.
“Adapun logistik yang dikirim saat ini lebih lengkap setelah memerhatikan dan mendengar langsung keperluan dari para pengungsi di Mamuju Sulbar. Ada beras, gula, susu bayi, makanan bayi, kasur portable, bantal, sarung, handuk, tikar, ikan kaleng, ikan asin, kornet, telur, minyak goreng, mi instan, dan lain lain,” kata Didik, Rabu (20/1).
Selain logistik, Polda Sulteng juga mengirimkan bantuan darah kepada masyarakat Sulbar yang dihimpun dari gelar donor darah yang dilaksanakan Polda Sulteng bersama PMI Provinsi Sulteng, Rabu.
“Target donor darah hari ini 300 kantong dan nantinya akan diserahkan ke pihak PMI Provinsi Sulteng,” kata Didik. (bas)
