Bupati Banggai Terima Nominator AK-PWI

Redaksi Luwuk Post
DAYA TARIK TELUK LALONG: Teluk Lalong menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi oleh warga. Di kepemimpinan Bupati Banggai Herwin Yatim, begitu banyak yang dibenahi di Teluk Lalong, mulai dari pelarangan truk kontener melintas dan juga pemberdayaan PKL. [Foto: Taufik Basri/Luwuk Post]
DAYA TARIK TELUK LALONG: Teluk Lalong menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi oleh warga. Di kepemimpinan Bupati Banggai Herwin Yatim, begitu banyak yang dibenahi di Teluk Lalong, mulai dari pelarangan truk kontener melintas dan juga pemberdayaan PKL. [Foto: Taufik Basri/Luwuk Post]

LUWUK, LUWUK POST— 10 Bupati juga Walikota, akan menerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI) Pusat, pada Hari Pers Nasional 2021.

Penerima anugerah kebudayaan tersebut didominasi para muda yang bergelar doktor dari dalam maupun luar negeri, salah satunya Bupati Banggai Herwin Yatim.  Selain akademisi, mereka juga punya latar belakang birokrat, pengusaha, hingga politisi dari berbagai partai.

Mereka adalah Arya Bima  Sugiarto, Walikota Bogor, Provinsi Jawa Barat.  IB Rai Dharma Wijaya Mantra, Walikota Denpasar, Provinsi Bali.  Hendrar Prihadi, Walikota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. H. Dedy Yon Supriyono, Walikota Tegal, Pronvinsi Jawa Tengah. Tjhai Chui Mie, Walikota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. DR. H. Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Taufan Pawe, Bupati Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan, DR. Karna Sobahi, Bupati Majalengka, Provinsi Jawa Barat, dan Hj.Ika Puspitasari, Walikota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Adapun tim juri yang bertanggungjawab memilih Bupati dan Walikota ini  terdiri dari DR. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ/pelaku seni), Prof. Ninok Leksono (Rektor UNM/Wartawan Senior), Agus Dermawan T (pengamat dan penulis seni-budaya), Atal S. Depari (Ketua Umum PWI Pusat) dan Yusuf Susilo Hartono (Wartawan senior kebudayaan/ Pelaksana AK-PWI), dalam rapat Selasa, 5 Januari 2021, di Jakarta.

Setelah dua minggu sebelumnya masing-masing anggota Tim Juri melakukan pembacaan, pendalaman, penilaian, terhadap berkas proposal berikut linknya di media sosial dan video. Sebanyak 16 berkas, dari 30 pendaftar selama dua gelombang (Oktober-Desember 2020).

Menurut Pelaksana AK – PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono, kesepuluh bupati walikota tersebut akan diundang ke Jakarta untuk melakukan presentasi dan tanya jawab (pendalaman) secara langsung dengan Tim Juri. Dijadwalkan tanggal 11-12 Januari 2021 bertempat di Sekretariat PWI, Lantai IV Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih Jakarta Pusat.

“Presentasi ini merupakan tahap akhir dari proses Anugerah Kebudayaan PWI Pusat,” tutur  Pelaksana AK-PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, melalui siaran pers.

Lanjutnya, kalau proses ini lolos, Bupati atau Walikota tersebut berhak menerima trofi di acara puncak HPN yang biasanya dihadiri Presiden. Mengingat situasi pandemi, akan dilakukan proses presentasi, dengan protokol kesehatan secara ketat.

Menurutnya, pelaksanaan anugerah kebudayaan kali ini, yang ketiga. Setelah yang pertama pada HPN 2016 di Lombok, yang kedua, HPN 2020 di Banjarmasin.

“PWI Pusat bersama APKASI dan APEKSI sebagai mitra, harus melakukan berbagai pendekatan dalam rekrutmen pendaftar, karena  Covid-19 dan bersamaan dengan Pilkada serentak di 270 daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai, Subrata Kalape, membenarkan bahwa Bupati Banggai terpilih menjadi 10 nominator penerima anugerah kebudayaan. Olehnya selaku team penyusun proposal dan media video, mereka akan berupaya keras memenangkan dengan melalui beberapa tahapan, revisi dan seleksi.

Tim penyusun terdiri dari dirinya selaku ketua tim, didampingi Yuliska Labawo, Sopian Asgar, Arief Nasrie, Moh Virgiawan dan Aulia Puteri, yang menggodok data mulai dari pencarian hingga penyusunan dan pengeditan. “Mereka adalah team hebat yang mendampingi kami sehingga Bupati Banggai bisa masuk nominasi bergengsi dan sulit ini,” akunya.

Bupati Banggai Herwin Yatim menyatakan ucapan terima kasih kepada PWI pusat atas kepercayaan yang memasukkan dirinya sebagai nominator  pada anugerah kebudayaan yang bergengsi dan melewati penyaringan yang sangat ketat, dan melalui penilaian yang sangat obyektif.

“Ucapan terima kasih pula kepada team penyusun proposal yang sangat jeli melihat peluang program Pinasa sebagai jargon yang menjadi gaya hidup dan sikap kegotong royongan,” ungkapnya.

Lanjutnya, kerjasama serta penguatan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Banggai mulai dari kota hingga ke Desa, dari pimpinan teratas hingga ke aparat paling bawah, semua itu bisa tercapai atas dukungan dan partisipasi dari seluruh masyarakat Kabuapten Banggai.

“Saya juga menegaskan bahwa anugerah ini dia dedikasikan untuk masyarakat Kabupaten Banggai yang sampai saat ini tetap konsisten mencintai Budaya Babasal,” pungkasnya. (*/gom)


Komentar

Berita Berikutnya

Jason Crow

Oleh: Dahlan Iskan INI kisah pribadi anggota DPR Amerika yang terjebak di ruang sidang –ketika demonstran pendukung Presiden Donald Trump menduduki Gedung Kongres 6 Januari lalu. Ia masih cukup muda, 41 tahun, tapi pensiunan militer. Kesatuannya: Ranger. Pangkatnya: Kapten. Pengalaman perangnya: Iraq dan Afghanistan. Sebagian tulisan ini saya kutip langsung […]
DISWAY