Dari Peling hingga Daratan Sulbar

Redaksi Luwuk Post

JAUH sebelum lindu menggoyang Majene, Sulawesi Barat, peristiwa yang sama terjadi di Teluk Bakalan, arah Barat Salakan, Ibu Kota Kabupaten Banggai Kepulauan jam 12 siang, Kamis (14/1). Namun, hanya bermagnitude 3,0, tetapi cukup menganggetkan warga Pulau Peling. “Lumayan getarannya,” kata Ferdi Salamat, Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Di hari yang sama, laporan BMKG menunjukkan  gempa bumi terjadi Majene pukul 13.35 WIB dengan kekuatan 5,9 magnitude. Tepatnya di koordinat 2,99 Lintang Selatan dan 118,89 Bujur Timur. Gempa berada di kedalaman 10 kilometer.

Lalu group WhatsApp BMKG kembali berdering pukul 13.57.13 Wita. Arah Barat Laut Baturube kembali menggoyang dan magnitude bertambah menjadi 4 3. Goyangan terasa di Kolonodale, Ibu Kota Kabupaten Morowali Utara.

Ketika lebih dari separuh malam, lindu kembali menggoyang Sulawesi Barat. Gempa bumi Jumat dini hari (15/1) itu terjadi sekitar pukul 01.28 WIB. Guncangan bertambah 6,2 magnitude dan pusat berada di darat, 6 kilometer Timur Laut Majene. Gempa pada Kamis menjelang sore, juga berpusat di daratan, tetapi hanya berjarak 4 kilometer ibu kota Sulawesi Barat itu.

Akibat bencana ini, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melaporkan, hingga 17 Januari pukul 14.00, sebanyak 73 orang meninggal dunia. Itu tersebar di Kabupaten Mamuju sebanyak 64 orang dan 9 orang di Kabupaten Majene.

Per 16 Januari 2021 pukul 02.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 189 orang di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat.

Sedangkan di Kabupaten Majene, sekitar 637 orang mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan rawat jalan serta kurang lebih 15.000 orang mengungsi di 10 titik pengungsian. Saat ini pasien yang dirawat di rumah sakit terdampak juga telah dievakuasi sementara ke RS Lapangan.

“Selain itu, korban meninggal akibat gempa tersebut mencapai 42 orang, dengan rincian 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majane,” jelas Raditya dalam rilis pers.

Selain itu, terdapat 554 korban luka di Kabupaten Majene dengan rincian antara lain 64 orang luka berat, 215 orang luka sedang dan 275 orang luka ringan. Terdapat 27.850 orang mengungsi di 25 titik pengungsian yang tersebar di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang serta Desa Limbua.

Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat 189 orang mengalami luka berat atau rawat inap dan terdapat lima titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.

Selanjutnya, terdapat pelayanan kedaruratan pada 3 rumah sakit yang saat ini aktif di Kabupaten Mamuju, yaitu RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi Sulawesi Barat, dan RSUD Kabupaten Mamuju.

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI – Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak.

Dukungan Penanganan Rumah Rusak

BNPB juga akan memberikan dana stimulan bagi warga yang memiliki rumah dan mengalami kerusakan akibat Gempa Bumi. Adapun besaran dana stimulan tersebut masing-masing adalah 50 juta rupiah untuk Rumah Rusak Berat (RB), Rp 25 juta untuk Rumah Rusak Sedang (RS) dan Rp 10 juta  untuk Rumah Rusak Ringan (RR).

Selain itu, BNPB telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan Gempabumi Sulawesi Barat sebesar 4 miliar Rupiah pada hari ini, Sabtu (16/1). Bantuan tersebut diserahkan sebesar Rp 2 miliar  untuk Provinsi Sulbar dan masing-masing 1 miliar rupiah untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

BNPB juga telah mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

Pada Sabtu (16/1) pukul 06.32 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah kembali terjadi gempabumi dengan kekuatan M5,0 di Kabupaten Majene. BMKG juga memprakirakan gempa susulan masih akan terjadi. Untuk itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan.

Kepala BNPB Doni Monardo meminta agar masyarakat Mamuju tidak mudah terpengaruh dengan kabar bohong atau informasi hoaks yang beredar dan meresahkan warga terkait peristiwa gempabumi Sulawesi Barat (Sulbar) 6,2 magnitudo.

“Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Doni saat melakukan peninjauan lokasi terdampak gempabumi Sulbar bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono dan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Mamuju, Sulbar, Minggu (17/1).

Sebelumnya BMKG telah merilis informasi mengenai adanya potensi gempa susulan, akan tetapi pihaknya memastikan bahwa kekuatannya tidak akan sebesar gempa kedua atau mainshock seperti yang terjadi pada Jumat (15/1) dini hari.

Lebih lanjut, BMKG meminta agar masyarakat tetap tenang namun waspada guna mengantisipasi adanya potensi gempa susulan tersebut.

BNPB juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam untuk waspada terhadap longsoran dan reruntuhan batu. Selain itu, bagi yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan. (ali/*)


Komentar

Berita Berikutnya

Angka Kesembuhan Harian Meningkat

LUWUK, LUWUK POST—Peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih perlu diwaspadai. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan pada Jumat 15 Januari 2021, tambahan 23 kasus baru. Sehingga akumulasi kasus konfirmasi positif menjadi  635 orang. Meskipun masih terjadi penambahan kasus positif, namun angka kesembuhan juga menunjukkan peningkatan. Laporan Satgas Covid pada Sabtu (16/1) […]
Nurmasita Datu Adam