Pembangunan Bandara Banggai Laut Berlanjut

Redaksi Luwuk Post
SEMENTARA DIGARAP: Landasan pacu bandar udara di Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut, Selasa (15/9/2020). Landasan pacu bandar udara ini akan kembali digarap tahun 2021 oleh Kementerian Perhubungan. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]
SEMENTARA DIGARAP: Landasan pacu bandar udara di Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut, Selasa (15/9/2020). Landasan pacu bandar udara ini akan kembali digarap tahun 2021 oleh Kementerian Perhubungan. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]

Tahun 2021 Persiapkan Lahan untuk Konstruksi Landasan Pacu

BANGGAI, LUWUK POST-Pembangunan bandar udara di Kabupaten Banggai Laut diharapkan terus mendapat dukungan pemerintah pusat. Pemerintah daerah telah menuntaskan pembebasan lahan sejak tahun 2018.

Kepala UPBU Tanjung Api Ampana, Fitrajaya Siwu, menyatakan, tahun 2021 pembangunan bandar udara di Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara itu, tetap dilanjutkan. “Sampai bandara selesai, semoga bisa cepat,” jelas dia saat dihubungi, Selasa (12/1).

Pembangunan bandar udara telah dimulai sejak tahun 2019. Saat itu, Kementerian Perhubungan mengucurkan anggaran Rp 10 miliar untuk proses clearing, grubing, dan pengawasan pekerjaan. Tahun 2020, kembali dialokasikan sebesar Rp 30,1 miliar.

Saat kunjungan Gubernur Longki Djanggola pada 15 September 2020, landasan pacu telah digarap. Tahun 2021 mendatang, Fitrajaya memastikan anggaran yang dialokasikan masih sama dengan 2020. “Masih sama dan masih persiapan lahan untuk konstruksi landasan pacu,” jelasnya.

Namun, ia belum bisa memastikan waktu selesainya bandar udara dan digunakan masyarakat. “Semoga Bandara Banggai Laut cepat selesai pembangunannya,” jelas dia.

Sebelumnya, masyarakat Banggai Laut yang diwakili Ridaya La Ode Ngkowe telah menyampaikan permohonan kepada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, untuk mempercepat pembangunan bandar udara.

Menurut dia, pemerintah daerah telah memberikan dukungan anggaran dalam bentuk pengadaan tanah. Adapun pembangunan bandara, menjadi domain pemerintah pusat.

Ridaya menjelaskan, Banggai Laut terdiri atas pulau-pulau, sehingga adanya bandara akan mempercepat akses ke wilayah ini.  Saat ini, masyarakat Banggai Laut butuh waktu delapan jam perjalanan dengan kapal laut menuju bandara terdekat di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.

Budi Karya Sumadi telah menyatakan dukungannya atas pembangunan bandar udara di Kabupaten Banggai Laut. “Bandara ini juga dapat meningkatkan aksesibilitas antarpulau dan mampu mengembangkan potensi pariwisata,” kata Budi Karya, Jumat (20/11) di Jakarta.  “Untuk itu akan dipertimbangkan,  dipercepat sesuai dengan rencana yang telah disusun,” imbuhnya.

Rencananya, landasa pacu yang akan dibangun sepanjang 800 meter x 23 meter  kemudian  diperpanjang hingga 1.600 meter x 30 meter.

Untuk terminal, tahap awal akan dibangun 330 meter persegi dan akan diperluas hingga 1.730 meter persegi. (ali)


Komentar

Berita Berikutnya

30 Desa di Banggai Laut Masih Tertinggal

BANGGAI, LUWUK POST-Seluruh pemangku kepentingan terkait terbukti belum bekerja maksimal mendorong pertumbuhan dari akar rumput. Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2020 menjadi cermin masih buruknya pengelolaan dana desa enam tahun terakhir. IDM tahun 2020 menunjukkan, masih terdapat 30 desa tertinggal dari total 63 desa di Kabupaten Banggai Laut. IDM merupakan […]
BELUM DIKELOLA: Garis pantai berpasir putih di Desa Kelapa Lima, Kecamatan Banggai Selatan, Kabupaten Banggai Laut, yang sering dikunjungi Sabtu (9/1). Sejumlah desa mengembangkan sektor pariwisata untuk membuka lapangan kerja, tetapi Desa Kelapa Lima yang masih tertinggal justru enggan mengelola potensi pariwisatanya. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]