Pertina Sigi Memasyarakatkan Tinju ke Pelosok

Redaksi Luwuk Post
Ninong, mantan petinju wanita nasional melatih para guru olahraga di Sigi, akhir Desember 2020. [Foto dok Pertina Sigi]
Ninong, mantan petinju wanita nasional melatih para guru olahraga di Sigi, akhir Desember 2020. [Foto dok Pertina Sigi]

SIGI, LUWUK POST— Pengurus Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mempersiapkan atlet tinju usia dini untuk masa depan tinju di Sulawesi Tengah.  Ketua Pertina Sigi Ilyas Nawawi S Sos, merancang pada pertengahan 2021 akan diadakan pelatihan trainer of trainer (ToT) bagi guru SMP di Sigi.

Ilyas Nawawi mengatakan ToT bagi guru SMP merupakan program lanjutan dari ToT yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh Pertina Sigi pada Desember 2020.

Pada ToT yang diikuti 30 guru olahraga SD itu, Pertina Sigi mengundang mantan petinju wanita nasional Ninong dan pelatih tinju bersertifikat Anas Kadjarante dan Warsita, serta dibuka Wakil Ketua Umum Pertina Sulteng Arif Lamakarate.

“Dari ToT 30 guru olahraga ini akan mencari bibit atlet untuk dibina dan dilatih,” kata Ilyas Nawawi yang juga menjabat Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pertina Sulteng, Selasa (19/1) di Palu.

Menurut Ilyas Nawawi, pembinaan usia dini merupakan konsep matang dari dasar pembinaan prestasi olahraga. Ia berharap dari pembinaan usia dini yang konsisten, kelak muncul atlet tinju yang bertalenta.

“Atlet bertalenta tidak muncul dalam sekejap, muncul begitu saja. Mesti harus ada pelatihan sejak dini yang benar-benar serius,” kata Ilyas Nawawi.

Atlet sekelas Chris John pun sejak kecil dilatih dasar teknik sejak dini hingga menjadi atlet dunia. Tak lain yang melatih Chris John ialah ayahnya sendiri Johan Tjahjadi yang mantan petinju amatir. Johan memperkenalkan dunia tinju pada Chris John dan adiknya Adrian sejak mereka berusia 5 tahun.

Begitu di Sulteng diharapkan lahir atlet sejak dini yang sudah dikenalkan tinju, memiliki harapan besar menjadi petinju profesional kelak di kemudian hari.

Ilyas mengatakan, dari memperkenalkan tinju kepada guru SD, bisa memasyarakatkan tinju ke pelosok desa hingga bisa merekrut atlet-atlet tinju usia dini. Soal perlengkapan pelatihan akan disediakan kemudian misalnya sarung tinju, speedball, samsak, pelindung kepala.

“Kita di Sulteng sudah ada ring tinju. Di Sigi ada dua sansana,” kata Ilyas Nawawi. (bas)


Komentar

Berita Berikutnya

Warga Totikum Selatan Minta PLN Seriusi Gangguan Listrik

SALAKAN, LUWUK POST-Warga Kecamatan Totikum Selatan (Totsel) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) meminta PLN melakukan perbaikan serius terkait listrik yang seringkali mendadak padam di malam hari. Winter H. Latta warga setempat menuturkan, selama lebih dari seminggu belakangan warga Kecamatan Totsel dihadapkan dengan kondisi pemadaman listrik. Akibatnya, banyak aktifitas warga di malam […]
Kantor PLN Sub ULP Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). [Foto : Rifan / Luwuk Post]