Pinasa dan Pengembangan Budaya Jadi Fokus Presentasi Awal

Redaksi Luwuk Post
PRESENTASI AWAL : Bupati Banggai Herwin Yatim saat melakukan presentasi awal di depan dewan juri Anugerah Kebudayaan PWI melalui virtual, Senin (11/1).
PRESENTASI AWAL : Bupati Banggai Herwin Yatim saat melakukan presentasi awal di depan dewan juri Anugerah Kebudayaan PWI melalui virtual, Senin (11/1).

LUWUK,LUWUK POST-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memulai tahapan penilaian Anugerah Kebudayaan 2021, dimulai dengan presentasi awal yang disampaikan 10 pimpinan daerah yang masuk nominator.

Salah satunya Bupati Banggai, Herwin Yatim. Dengan mengenakan pakaian adat Saluan, Bupati Herwin mengurai secara singkat berbagai program dan kegiatan yang berkelanjutan, khususnya yang terkait dengan kebudayaan.

Menurut Herwin, pengembangan kebudayaan telah dimulainya sejak awal memimpin memimpin daerah ini, dengan memprioritaskan pengembangan pariwisata dan budaya bersih melalui program Pinasa.

“Wilayah Kabupaten Banggai ini sangat luas dengan tiga suku. Kami membangun daerah ini bersama-sama masyarakat dari suku lainnya,” jelasnya, di hadapan dewan juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat melalui jaringan virtual, Senin (11/1).

Sejumlah juri dan peserta pada presentasi virtual itu memberikan apresiasi pada Bupati Herwin, yang tampil dengan latar belakang Kota Luwuk pada kegiatan tersebut.

“Kami mengundang Pak Ketua (Ketua PWI Pusat, red) dan bapak-ibu untuk mengunjungi Luwuk,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Herwin juga memberikan apresiasi kepada jurnalis di Kabupaten Banggai, yang telah terus mendukung setiap gerak pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

“Dalam melaksanakan program pembangunan, kami sangat terbantu dengan kawan-kawan pers yang telah menyebarkan informasi tentang pembangunan di daerah ini,” tuturnya.

Seperti diketahui, penerima anugerah kebudayaan tersebut didominasi oleh para muda yang bergelar doktor dari dalam maupun luar negeri, salah satunya Bupati Banggai, Herwin Yatim.  Selain akademisi, mereka juga punya latar belakang birokrat, pengusaha, hingga politisi dari berbagai partai.

Mereka adalah Arya Bima  Sugiarto, Walikota Bogor, Provinsi Jawa Barat; IB Rai Dharma Wijaya Mantra, Walikota Denpasar, Provinsi Bali; Hendra Prihadi, Walikota Semarang, Provinsi Jawa Tengah; H. Dedy Yon Supriyono, Walikota Tegal, Pronvinsi Jawa Tengah; Tjhai Chui Mie, Walikota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat; DR. H. Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang, Provinsi Jawa Barat; Taufan Pawe, Bupati Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan; DR. Karna Sobahi, Bupati Majalengka, Provinsi Jawa Barat; dan Hj.Ika Puspitasari, Walikota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Adapun tim juri yang bertanggungjawab memilih Bupati dan Walikota ini terdiri dari DR. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ/pelaku seni), Prof. Ninok Leksono (Rektor UNM/Wartawan Senior), Agus Dermawan T (pengamat dan penulis seni-budaya), Atal S. Depari (Ketua Umum PWI Pusat) dan Yusuf Susilo Hartono (Wartawan senior kebudayaan/ Pelaksana AK-PWI), dalam rapat Selasa, 5 Januari 2021, di Jakarta.  (bdi)

 


Komentar

Berita Berikutnya

Jangan Berhenti Terapkan Protokol Kesehatan

LUWUK, LUWUK POST—Personel Polres Banggai tak pernah bosan mengingatkan warga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19, serta berperan aktif menjaga kondusifnya kamtibmas. Seperti yang dilakukan personel Patroli Unit Kecil Lengkap (UKL) Polres Banggai, saat manyambangi masyarakat kota Luwuk, Minggu malam (11/1). Kabag Ops Polres Banggai, Kompol Noperto Nainggolan, […]
IMBAU PATUHI PROKES: Anggota Polres Banggai menyambangi, lalu mengimbau masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan. [Foto: Istimewa]