Vaksinasi Menunggu Keputusan BPOM

Redaksi Luwuk Post
SIAP DISUNTIKKAN: Vaksin Sinovac Covid-19 tiba di Palu dan diamankan di gudang Dinas Kesehatan Jl Undata Palu di bawah penjagaan Satgas Ops Aman Nusa II Polda Sulteng, Selasa (5/1). [Foto: Istimewa]
SIAP DISUNTIKKAN: Vaksin Sinovac Covid-19 tiba di Palu dan diamankan di gudang Dinas Kesehatan Jl Undata Palu di bawah penjagaan Satgas Ops Aman Nusa II Polda Sulteng, Selasa (5/1). [Foto: Istimewa]

11 Ribu Dosis akan Didistribusikan ke Kabupaten/Kota

Pemerintah Minta Masyarakat Tak Ragu

PALU, LUWUK POST–Pemerintah mendorong vaksin Covid-19 segera terdistribusi. Di sisi lain, masyarakat juga diyakinkan agar tak ragu ketika mendapat giliran vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, I Komang Adi S, mengatakan, vaksinasi tahap pertama rencananya akan dimulai pada pekan kedua Januari 2021. Sesuai kalender, pekan kedua jatuh pada 11 Januari 2021.

Komang mengatakan pada tahap pertama pemerintah pusat telah mengirimkan 11 ribu dosis vaksin, yang sediannya telah tiba di Kota Palu. Ribuan dosis vaksin itu akan didistribusikan ke sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah.

Menurut Komang, untuk tahap awal ini, 11 ribu dosis vaksin tersebut ditujukan untuk tenaga kesehatan.

Ia memaparkan, ada sekitar 22.116 orang tenaga kesehatan di Sulawesi Tengah. Nantinya akan datang lagi vaksin gelombang 2 atau tahap 2 sekitar April 2021. “Sedangkan peruntukkannya menggunakan skala prioritas,” tuturnya.

Untuk prioritas pertama adalah tenaga kesehatan karena mereka yang sangat rentan tertular. Beban perawatan pasien yang terpapar virus juga pada tenaga kesehatan. “Bagaimana jika mereka sendiri tidak memiliki daya tangkal tubuhnya terhadap Covid-19, tentu saja pelayanan akan terganggu dan tidak maksimal,” kata Komang.

Untuk diketahui bahwa jumlah tenaga kesehatan di Sulteng  saat ini berjumlah 22.116 orang. Sehingga jumlah  11.000 dosis vaksin itu, baru memenuhi lebih kurang 50 persen tenaga kesehatan.

Setelah tenaga kesehatan, menyusul kemudian sektor pelayanan publik, orang lanjut usia dan kelompok rentan lainnya. Meski begitu, masih menunggu keputusan BPOM terkait keamanan, kualitas, dan kemanjuran.  “11 ribu dosis vaksin itu untuk tenaga kesehatan. Namun menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat,” kata Komang.

Secara terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengonfirmasi 3 kelompok yang akan divaksin. Kelompok 1 pejabat publik pusat dan daerah, kelompok 2 pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan dan pimpinan kunci institusi kesehatan di daerah, dan kelompok 3 tokoh agama di daerah.

“Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menyediakan vaksin yang aman dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, sekaligus mengajak masyarakat agar tidak ragu,” kata Wiku, menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/1/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Selanjutnya vaksinasi akan dilaksanakan secara bertahap dan merata. Serta untuk masyarakat yang masuk rentang lanjut usia dan menjadi prioritas juga ada bentuk komitmen pemerintah. Bentuk komitmen ini adalah menjamin hak kesehatan kepada seluruh golongan masyarakat secara menyeluruh.

Hal ini juga demi mencapai kekebalan komunitas, atau kelompok dengan tetap memperhatikan kesesuaian jenis vaksin dan target sasaran. “Untuk meminimalisir efek samping yang tidak diinginkan,” ujar Wiku, sebagaimana dilansir covid19.go.id. (bas/ista/qq/krs/ris)

 


Komentar

Berita Berikutnya

Proyek Lancar, Pesisir Tergusur

BANGGAI, LUWUK POST-Suatu pagi di kantor Bupati Banggai Laut, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan perwakilan menghadiri pertemuan yang membahas penataan pesisir dan pulau-pulau kecil. Persamuhan tepat 31 Januari 2018 itu beragenda harmonisasi rencana pengelolaan zonasi taman pesisir dan pulau-pulau kecil. Pertemuan dihadiri 8 organisasi perangkat daerah, mulai dari Badan […]
DEMI INFRASTRUKTUR: Tumpukkan material di pesisir Desa Lokotoy, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut, Oktober 2020. Jelang akhir tahun, permintaan material dari luar daerag meningkat karena pihak rekanan mengebut pekerjaan. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]