Tahap Pertama, Pagar Bakal Direnovasi
BANGGAI, LUWUK POST-Pagar yang membatasi lingkungan Keraton Kerajaan Banggai dan rumah penduduk akan ditata. Bupati terpilih Kabupaten Banggai Laut Sofyan Kaepa meyakinkan perencanaannya telah selesai.
Sofyan mengungkapkan, pembangunan pagar beton bagian belakang telah direncanakan, total pembiayaannya sekitar Rp 10 miliar. “Saya sudah minta gambar dan sudah ada. Setelah dilantik saya akan ke Jakarta membawa ini,” terangnya, Senin (8/2).
Selama ini, Keraton Kerajaan Banggai di bawah pengawasan dan pemeliharaan Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo.
“Keraton ini pemeliharaan, pengawasannya itu di Gorontalo. Bagaimana bisa bagus kalau pengawasannya di Gorontalo,” ujar dia.
Karena itu, ia telah menyampaikan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Laut, Ruslan Tolani agar disiapkan pembiayaan untuk Keraton Kerajaan Banggai. “Pembiayaannya, bukan pengawasan,” tuturnya.
Pantauan koran ini, pagar bagian belakang yang hendak direnovasi itu memang telah kusam. Sejak lama tak diperbaiki.
Keraton Kerajaan Banggai masuk dalam cagar budaya. Itu sesuai Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: KM 11/PW007/MKP 03, bersama dengan gedung Mulo di SMP Negeri 1 Banggai yang kini telah tiada berganti ruang kelas baru. Kemudian makam Tandu Alang atau Tengku Alam, Makam Prins Mandapar atau Raja Banggai Pertama, bekas benteng Portugis, serta bekas banteng tradisional.
Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo, Muhamad Natsir, menerangkan, secara umum undang-undang memerintahkan kepada pemerintah pusat dan daerah untuk melestarikan cagar budaya. “Artinya, semua tingkatan pemerintahan ini bisa melakukan upaya pelestarian terhadap cagar budaya atau yang diduga cagar budaya,” tuturnya saat dihubungi Harian Luwuk Post, Selasa (13/10/2020).
Pemerintah pusat memiliki Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). ujar dia, BPCB salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah langsung Dirjen Kebudayaan. Tugasnya, terkait dengan pelestarian cagar budaya. “Jadi pada dasarnya boleh (pemerintah daerah mengalokasikan pemeliharaan, Red),” tuturnya. (ali)

![FOTO A__KERATON BANGGAI BERTEMU DI KERATON: Bupati Banggai Laut terpilih Sofyan Kaepa dan wakilnya Ablit H. Ilyas bertemu Bupati Banggai terpilih Amir Tamoreka serta wakilnya Furqanuddin Masulili di Keraton Kerajaan Banggai, Senin (8/2). Pertemuan itu turut disaksikan Pelaksana tugas Tomundo Irwan Zaman dan Basalo Sangkap. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/FOTO-A__KERATON-BANGGAI.jpg)

![SOFYAN KAEPA -AT-FM BERBINCANG-BINCANG: Bupati terpilih Kabupaten Banggai Amir Tamoreka dan bupati terpilih Banggai Laut Sofyan Kaepa saat bertemu pada Sabtu (6/2) malam. Keduanya ingin merekatkan silaturahmi antar tiga daerah. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/SOFYAN-KAEPA-AT-FM.jpg)
![SOFYAN LANGSUNG KERJA PERTEMUAN: Bupati terpilih Kabupaten Banggai Laut Sofyan Kaepa bertemu Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, Taufik, di Kota Palu, Rabu (27/1). Sejumlah instansi di bawah Kementerian PUPR yang berada di Sulawesi Tengah didatangi Sofyan Kaepa untuk mengusulkan program untuk daerah ini. [Foto: Istimewa]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/SOFYAN-LANGSUNG-KERJA.jpg)
![RUAS JALAN JALUR DUA MAKIN MAHAL: Ruas jalan jalur II di Desa Lampa, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut, Kamis (21/1). Kawasan ini telah memiliki harga jual terus meningkat, di sisi lain NJOP yang dipatok sampai Rp 243.000 per meter persegi. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/RUAS-JALAN-JALUR-DUA.jpg)
![BALUT BANDARA SEMENTARA DIGARAP: Landasan pacu bandar udara di Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut, Selasa (15/9/2020). Landasan pacu bandar udara ini akan kembali digarap tahun 2021 oleh Kementerian Perhubungan. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/BALUT-BANDARA.jpg)