Babinsa-Bhabinkamtibmas Siap Dilibatkan Dalam Penelusuran Kontak Erat Kasus Covid-19

Redaksi Luwuk Post
Letkol Inf. Fanny Pantouw
Letkol Inf. Fanny Pantouw

LUWUK, LUWUK POST— TNI dan Polri di Kabupaten Banggai menyambut baik kebijakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang akan melibatkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dalam upaya penelusuran kontak erat (tracing) kasus positif infeksi virus corona atau Covid-19.

Dandim 1308 Luwuk Banggai Letkol Inf. Fanny Pantouw menyatakan, Babinsa Kodim 1308 Luwuk Banggai memang selalu dilibatkan dalam upaya tracing Covid-19 di tiga wilayah teritorial, yakni Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut.

“Karena tracing juga akan menghadapi kendala apabila tidak didukung oleh tiga pilar (TNI, Polri, dan pemerintah),” ujarnya, Rabu (10/2).

Apalagi bila Babinsa dan Babinkamtibmas dilatih bagaimana melakukan tracing, maka pelaksanaan tracing akan lebih maksimal. Kata dia, program 3T (tracing, tenting dan treatment) juga siap dilakukan Babinsa kalau didukung dengan peralatan.

“Ada 400-an Babinsa Kodim 1308/LB siap membantu dalam pelaksanaan tracing Covid-19. Jangankan tracing, program 3T juga Babinsa siap kalau didukung peralatan, kami siap,” pungkas Fanny.

Dikatakan, pihaknya sudah menyiapkan Babinsa yang memiliki kualifikasi perawat (lulusan SPK), bahkan ada yang sarjana kesehatan. Tidak hanya itu, program Panglima TNI, tenaga medis TNI akan menjadi vaksinator untuk menunjang program vaksin pemerintah.

Terpisah, Kapolres Banggai, AKBP Satria Adrie Vebrianto menyatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kabupaten Banggai.

Di Polres Banggai lanjut dia, sebanyak 103 Bhabinkamtibmas yang siap dilatih untuk melakukan tracing. Ratusan Bhabinkamtibmas itu tersebar di hampir seluruh desa di Kabupaten Banggai.  “Kami mendukung penuh program pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 hingga tuntas bersama rekan-rekan TNI dan Satgas Covid,” kata Satria sembari berharap Covid-19 bisa segera berakhir.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Banggai, Dr. Anang S Otoluwa, mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat dengan semua camat dan OPD untuk membicarakan pelibatan  Babinsa serta Bhabinkamtibmas dalam upaya tracing kasus positif infeksi virus corona atau Covid-19.

“Kamis besok (hari ini_red) kita rapat dengan semua camat dan OPD terkait untuk membicarakan hal ini,” tuturnya, kemarin.

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengaku sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Babinsa, lanjut dia, akan dilatih petugas dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk melakukan penelusuran kontak erat kasus positif Covid-19.

“Mereka diajari bagaimana melakukan tracing, begitu ada kontak erat kita kasih target mereka bisa enggak 15 sampai 30 orang dalam dua minggu sebelumnya teridentifikasi dalam 72 jam di-trace,” kata Budi dalam Rapat Kerja di Komisi IX DPR, Selasa (9/2).

“Begitu sudah dapat orang-orang ini harus segera dites, tesnya harus dengan tes antigen supaya cepat, itu akan kita distribusikan ke Puskesmas,” imbuh dia, dilansir CNNIndonesia.com

Meski begitu, Budi menegaskan, Puskesmas akan tetap memegang komando dalam penelusuran kontak erat kasus positif Covid-19 ini.

Dia pun menyampaikan, pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas ini dilakukan agar tracing kasus Covid-19 di Indonesia bisa memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Oleh karena itu terima kasih tadi ada masukan salah satu dari bapak anggota Dewan, kita kontak dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas karena masing-masing mereka punya sekitar 60 ribu sampai 80 ribu anggota hampir di seluruh desa,” ucap dia lagi.

Diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo akan menerjunkan aparat TNI dan Polri untuk membantu pelacakan kontak atau tracing Covid-19.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan itu merupakan bagian dari peningkatan program 3T (testing, tracing dan treatment) pengendalian virus corona.

“Kementerian Kesehatan akan menambah petugas tracing di lapangan. Ini akan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” kata Airlangga dalam jumpa pers daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/2). (awi/ris/mts/nma)


Komentar

Berita Berikutnya

Tanpa Angpao

NANTI malam anak-cucu keluarga Tionghoa wajib berkumpul di rumah orang tua masing-masing. Itulah inti Tahun Baru Imlek. Untuk menunjukkan bakti pada papa-mama mereka. Diiringi doa keselamatan dan kemakmuran. Lalu makan-makan. Terutama harus ada menu mi di dalamnya. Tidak boleh ada perayaan. Tidak boleh pergi ke mana-mana –apalagi dengan alasan yang […]
DISWAY