Dari Program Pemagangan Operator DSLNG, Ini Harapan Para Peserta yang Lulus Seleksi

Redaksi Luwuk Post
PESERTA PEMAGANGAN: Enam orang putra-putri kabupaten Banggai peserta pemanganan operator DSLNG. [Foto: Haris Ladici/Luwuk Post]
PESERTA PEMAGANGAN: Enam orang putra-putri kabupaten Banggai peserta pemanganan operator DSLNG. [Foto: Haris Ladici/Luwuk Post]

LUWUK, LUWUK POST- Enam putra-putri Kabupaten Banggai, lolos seleksi program pemagangan operator PT Donggi-Senoro LNG. Keenam anak muda ini, merupakan hasil seleksi program yang sebelumnya diikuti 121 orang pendaftar sejak program ini diumumkan secara terbuka ternasuk di berbagai media massa di daerah oleh DSLNG pada 8 Desember 2020 lalu.

Pada tahap awal, 53 orang lulus seleksi administrasi. Selanjutnya setelah melewati tahapan-tahapan seleksi selanjutnya, terpilih 6 orang peserta. Para peserta mengikuti berbagai tahapan tes, yakni psikotest, bahasa Inggris, wawancara, tes tertulis pengetahuan teknik, dan tes kesehatan.

Nur Ikhsan Ramadan, lulusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2019, mengaku mengikuti program pemagangan itu pada 8 Desember 2020 lalu.

Warga Toili ini berharap, program pemagangan operator DSLNG itu bisa menambah pengetahuannya untuk menjadi operator di kilang migas.

Ia mengakui, lolos seleksi pemagangan tak menjamin akan langsung menjadi karyawan di perusahaan kilang LNG pertama di Indonesia itu. Namun, ia bersyukur karena berhasil lolos seleksi program tersebut.

“Ini tentu membuka peluang dan kesempatan  bekerja di perusahaan migas,” ujarnya.

Selain dia, ada Revael Aptriantoro Labulu, lulusan Jurusan Teknik Pengolahan Migas Politeknik Energi dan Mineral (PEM AKAMIGAS), Cepu, Jawa Tengah tahun 2020 juga lolos program pemagangan itu. Ia berharap, program pemagangan itu bisa mengembangkan keterampilan dan profesionalisme, mampu mengaplikasikan ilmu semasa kuliah, serta jika ada kesempatan dan dibutuhkan ia siap menjadi pekerja.

Warga Moilong ini mengaku, sejak lulus SMA Negeri 1 Toili, ia sudah menetapkan niat untuk mengenal lebih dekat industri migas. Ia pun menentukan pilihan untuk kuliah di PEM AK Migas Cepu. Ia menyelesaikan pendidikannya selama empat tahun di sana.

“Selama setahun lebih mengikuti program ini, saya berharap dapat meningkatkan kompetensi,” paparnya.

Begitu juga dengan Annur Rahman, lulusan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta tahun 2019. Ia sempat  menganggur selama setahun, sebelum ikut seleksi program pemagangan. Ia berharap dengan program itu, bisa mengembangkan keterampilan teknis, dan menjadi tenaga muda yang siap kerja.

“Bersyukur bisa mengembangkan diri melalui program ini,” tuturnya.

Nur Fala Hamadi, lulusan Teknik Kimia Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Tahun 2018, juga mengaku senang karena berkesempatan ikut program pemagangan. Harapannya pasca magang nanti, ia dapat bergabung dengan DSLNG. “Berharap bisa gabung dengan DSLNG,” ujar lulusan SMP Negeri 3 Luwuk dan SMA Negeri 1 Luwuk ini.

Begitu pun harapan Nurfadilla Rauf, lulusan Teknik Kimia Universitas Pangeran Diponegoro Semarang, tahun 2019. Menurutnya, program pemagangan operator merupakan kesempatan belajar langsung di lapangan, dan mendapatkan pengalaman sebagai bekal masuk dalam dunia kerja.

“Paling penting bagi saya adalah pengalaman dari mengikuti program ini,” tutur lulusan SMA Negeri 1 Luwuk itu.

Mereka nantinya akan mengikuti pemagangan selama setahun di Petrotekno Ciloto, Jawa Barat sebelum mengikuti on job training di Kilang DSLNG Desa Uso, Kecamatan Batui.

Operator Program Apprenticeship (OPA) PT Donggi-Senoro LNG ini, resmi dimulai 1 Februari 2021 hingga 31 Januari 2022.

Peresmian pembukaan program ini digelar di Luwuk, Selasa (2/2). Para peserta program yang hadir di acara tersebut adalah lulusan perguruan tinggi di bidang yang berkaitan dengan operasi industri migas sesuai yang disyaratkan DSLNG. Mereka telah lolos tahapan seleksi dari 121 peserta yang mendaftar.

Human Resources Development Manager DSLNG, Tommy Arihandono, menuturkan, pihaknya telah menerima dan melakukan penjaringan terhadap 121 orang yang berasal dari Kabupaten Banggai melalui tahapan seleksi. Tahapan tersebut meliputi, tes psikologi, kemampuan berbahasa Inggris, tes pengetahuan teknis, dan diakhiri tes kesehatan.

“Dari penjaringan itu, terpilih enam orang sebagai peserta,” tuturnya. Dalam program ini peserta akan menjalani praktik selama 12 bulan. Selama program pemagangan, peserta akan mempelajari kompetensi terkait profesi dan lingkup kerja operator DSLNG.

Nantinya diharapkan para peserta program bisa memahami posisi tersebut. Serta memiliki kemampuan melakukan operasi produksi, mengontrol sistem, mengontrol dehidrasi dan, mengontrol produksi dalam hal pemisahan LNG dan kondensat, mengontrol penyimpanan LNG dan kondensat, serta pemuatannya ke kapal.

“Dan tak kalah penting mampu bekerja sama dalam kelompok, menyelesaikan permasalahan, dan berkomunikasi dengan teman kerja lainnya,” paparnya.

Selama masa pemagangan para peserta akan didampingi pembimbing dan instruktur berpengalaman.

“Bekerja sama dengan PT Petrotekno, DSLNG memberikan pengalaman belajar dan praktik bermanfaat bagi para peserta, serta pengalaman bagaimana bekerja di perusahaan LNG,” tuturnya. (ris)

 

 


Komentar

Berita Berikutnya

Banggai Laut Mulai Laksanakan Vaksinasi

BANGGAI, LUWUK POST-Vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Kabupaten Banggai Laut dimulai, Kamis (4/2), di Puskesmas Banggai. Sejumlah kalangan turut berpartisipasi dalam vaksinasi pertama kali itu. Tercatat, sebanyak 20 relawan mendapat giliran vaksinasi tahap pertama. Wakil Ketua I DPRD Balut, Patwan Kuba, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Banggai Laut, Jamaludin R. Bunsiang […]