Paisu Pok dan Kebutuhan Dasar Peling Barat

Redaksi Luwuk Post
JADI DESTINASI UNGGULAN: Objek wisata Danau Paisu Pok Desa Lukpanenteng, Kecamatan Bulagi Utara. Di sisi lain, wilayah ini menyisakan permasalah kebutuhan dasar yang belum terpenuhi. [Foto: Dok/Harian Luwuk Post]

Sudah 2 dasawarsa Banggai Kepulauan (Bangkep) menjadi daerah otonom, tetapi sampai saat ini tiga Kecamatan di wilayah Peling Barat belum juga memperoleh pelayanan dasar yang memadai. Swafoto kunjungan ke Danau Paisu Pok, belakangan berseliweran di media sosial.

Di Kecamatan Bulagi, Bulagi Selatan, dan Bulagi Utara, listrik hanya menerangi 12 jam, kemudian air bersih sangat terbatas. Selain itu, infrastruktur  jalan memprihatinkan seperto yang terlihat di ruas menuju Desa Momotan, Bulagi Selatan.

Camat Bulagi UtaraEdison Moligay menuturkan, hanya ada 2 dari total 11 desa dan 1 Kelurahan di wilayahnya yang terlayani air bersih, yakni Desa Sambulangan dan Bangunemo. “Desa yang lainnya hanya memanfaatkan air sumur, terutama untuk kebutuhan mandi dan cuci,” kata Edison, Rabu (24/3).

Bukan saja di air bersih, pelayanan listrik juga dituturkan Edison, hanya 12 jam. Waktu menyala mulai pukul 18.00 hingga 06.00. Itu pun seringkali mengalami pemadaman mendadak. “Jadi, 12 jam siang itu padam,” ujarnya.

Layanan dasar lain yang tidak memadai bagi warga di sana adalah jalan. Disebutkan dia, jalan rusak di Bulagi utara terbentang mulai dari Desa Montop ke Sambulangan. Kemudian dari Bangunemo sampai Luk Panenteng, sebuah desa yang dianugerahi Danau Paisu Pok. “Dan itu satu-satunya akses menuju ke wisata paisu pok. Pokoknya, sudah tidak ada yang mulus jalan ke sana itu. Karena setiap saat terus mengalami kerusakan,” sebutnya.

Padahal setiap tahun, tutur Edison, tiga layanan dasar itu menjadi usulan prioritas, baik di Musrembang desa mau pun kecamatan. Namun hingga kini, usulan prioritas itu tidak pernah terealisasi.  “Iya, kita hanya sebatas mengusulkan. Selebihnya sudah urusan pengambil kebijakan. Direalisasi atau tidak, kita tidak bisa memaksakan,” ucapnya.

Persoalan tiga layanan dasar, tidak saja dialami oleh warga di Kecamatan Bulagi Utara, melainkan Bulagi dan Bulagi Selatan pun demikian. Secara umum di wilayah peling barat.

Wakil Bupati Banggai Kepulauan Salim J. Tanasa menyatakan, pelaksanaan musrembang kecamatan kali ini momentum evaluasi pembangunan di seluruh wilayah. “Di wilayah kecamatan mana saja yang butuh perhatian lebih, Insya Allah akan jadi prioritas pemerintah daerah, terutama di tiga Bulagi itu.

Karena itu, semua organisasi perangkat daerah yang mengurus langsung pelayanan dasar dilibatkan pada musrembang kecamatan agar bisa mengawal permasalahan yang dialami masyarakat di Peling Barat. Hal ini juga agar isu listrik, jalan, dan air bersih di Peling Barat tak kalah dengan euforia tamasya di Paisu Pok. (tr-01)


Komentar

Berita Berikutnya

UMLB Siap Membantu Pengembangan Potensi Desa

  LUWUK, LUWUK POST– Dalam mengembangkan kawasan Agrowisata kampus, Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) menjalin kerja sama dengan desa yang di Kecamatan Luwuk Timur. Desa Lontos, Indang Sari. dan Desa Lauwon menjadi titik kerja sama UMLB. Hal ini dilakukan, sebagai upaya agar universitas bisa memberikan kontribusi nyata dan hadir di […]