Uwais, Anak Luwuk yang Berhasil Jadi Hafiz Quran

Redaksi Luwuk Post

Uwais, anak Luwuk yang berhasil menjadi Hafiz Quran. [Foto: Istimewa]
LUWUK, LUWUK POST— Prestasi Uwais sangat membanggakan. Remaja 15 tahun itu berhasil menjadi Hafiz Quran. Uwais ditempa di Pondok Pesantren Abdurrahman Bin Auf Wahdah Islamiyah Kendari, Sulawei Tenggara sejak Desember 2017.

Hanya membutuhkan waktu tiga tahun, jebolan SD IT Aroyan Luwuk itu berhasil mengafal 30 juz Alquran.

Uwais masuk kategori percepatan karena memiliki kemampuan menghafal yang cukup baik. Dalam sehari, Uwais harus menghafal empat halaman.

“Dalam sehari itu empat halaman harus disetor ke guru,” kata ayah Uwais, Yulianto Labarani saat ditemui Harian Luwuk Post di SMP Negeri 6 Luwuk, Kamis (4/3).

Dia menguraikan, kategori percepatan itu ketika sudah mendekati hafalan. Ada rekan Uwais menjadi hafiz dengan membutuhkan waktu 1 tahun 7 bulan, bahkan ada yang hanya 8 bulan.

Sejak awal, Uwais telah dibina dasar-dasar keislaman. Namun belum maksimal. “Makanya saya bersama istri (almarhum) bersepakat memasukan Uwais ke pondok pesantren supaya tidak terkontaminasi dengan pergaulan luar,” kata guru bahasa Inggris di SMP Negeri 6 Luwuk ini.

Menjadi hafiz di Pondok Pesantren Abdurrahman Bin Auf Wahdah Islamiyah Kendari, tidak semudah membalik telapak tangan. Uwais bersama seorang rekannya dari Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan sempat mencoba melarikan diri karena mentalnya kala itu diuji.

Uwais bersama rekan-rekannya dididik mandiri. Semua serba sendiri. Kebiasaan sehari-hari di pondok pesanteran sempat membuatnya tidak bertahan. Namun karena dorongan dan ketegasan orang tuanya yang membuat Uwais bertahan.

“Kami sebagai orang tua harus tegas. Bahkan saya sampaikan kalau gagal di sini gagal selamanya,” kata Yulianto.

Kesabaran Uwais selama di pondok kini membuahkan hasil. Selain berhasil menjadi hafiz quran, terjadi perubahan sikap yang signifikan. Saat liburan, Uwais menunjukkan ke orang tuanya sebagai anak yang mandiri.

“Sekarang sudah mandiri. Ada perubahan sikap. Karena di pondok semua diajari. Belajar bertani, budi daya, dan mengurus diri sendiri,” tuturnya seraya menyatakan, banyak alumni di pesantren itu yg sudah dipakai di berbagai masjid di Indonesia untuk menjadi imam.

Selain menjadi guru, ayah Uwais adalah Sekretaris Wahdah Islamiyah Kabupaten Banggai. Program organisasi ini salah satunya adalah membina dan mendidik anak-anak menjadi Hafiz Quran.

Bahkan, di Kelurahan Tanjung Tuwis dibentuk komunitas remaja yang konsentrasi membentuk karakter. Program ini juga untuk membantu pemerintah daerah.

Selain itu, Wahdah Islamiyah Banggai juga telah mengirim 10 anak-anak ke pondok pesantren Kendari. Dari 10 anak, 2 orang sudah kembali karena berhasil menghafal 5 juz Alquran selama 3 bulan.

“Ada juga 4 orang dewasa dengan syarat telah lulus SMA dikirim ke Diklat DPW Wahdah Islamiyah Palu. Mereka dididik untuk disiapkan menjadi Dai,” kata Yulianto.

Ke depannya, anak-anak Kabupaten Banggai yang akan menjadi Hafiz Quran, tidak perlu lagi keluar daerah. Ada sebuah masjid yang sedang dibangun di BTN Muspratama, Kecamatan Luwuk Utara. Masjid itu akan dijadikan sebagai pusat pendidikan dan pembinaan Hafiz Quran di Kabupaten Banggai. (awi)


Komentar

Berita Berikutnya

Vaksinasi Covid-19 Pengaruhi Harga Emas

LUWUK, LUWUK POST-Harga emas mengalami penurunan dari Rp 1.100.000 per gram, menjadi Rp 945 ribu per gram. Penurunan harga emas tersebut salah satunya dipengaruhi oleh vaksinasi Covid- 19. Assisten Manager Kantor Pegadaian Cabang Luwuk, Septian Arman menjelaskan, di awal pandemi harga emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni mencapai Rp […]