Kapal Taliabu Tenggelam di Perairan Banggai Laut

Redaksi Luwuk Post

BANGGAI, LUWUK POST– Kapal Motor KM Anugrah Saputra dari Pelabuhan Tikong, Kabupaten Pulau  Taliabu tujuan Luwuk dikabarkan tenggelam di perairan Timpaus, Kabupaten Banggai Laut. Minggu (4/4) pagi.

KM Anugrah Saputra dengan GT-42, berkapasitas muatan 60 ton. Saat tenggelam kapal memuat 30 Ton hasil alam berupa cengkih, kopra, dan arang tempurung.

Kepala BPBD Kabupaten Pulau Taliabu Sutomo Teapon, membenarkan peristiwa naas tersebut, ia mengatakan, Sabtu (3/4) pukul 22.00 Wita kapal KM Anugrah Saputra bertolak dari Taliabu tujuan Luwuk di karenakan diterjang gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Taliabu dan Timpaus sehingganya dalam waktu satu jam posisi kapal tenggelam 90 persen.

“Air masuk ke lambung kapal pada Minggu (4/4) pukul 03.00 pagi Wita mengakibatkan mesin kapal dan mesin pompa air tidak dapat berfungsi,” jelas Sutomo saat dihubungi melalui pesan singkat.

Sutomo menjelaskan pihaknya mendapat laporan pada pukul 04.58 Wita dan langsung   bertolak menuju lokasi kejadian pukul 06.00 Wita. Tim evakuasi BPBD menemukan para ABK dan penumpang kapal pukul 07.48 Wita di perairan Timpaus dalam keadaan selamat.

“Total penumpang yang di evakuasi yakni 12 orang dan 9 orang ABK, ” katanya
“Setelah itu para korban di evakuasi di desa bobong,” imbuhnya.

Hingga berita ini diterbitkan para penumpang kapal telah di jemput oleh keluarga masing-masing, sedangkan para ABK kapal masih berada di desa Bobong untuk di mintai keterangan.

Kepala Desa Timpaus membenarkan kejadian itu. Namun, saat warganya ke titik tenggelam tak ada lagi jejak kapal laut. “Iya sudah diantar ke Bobong,” katanya.

Ia memperkirakan lokasi tenggelam sekitar 2 kilometer dari bibir pantai Desa Timpaus. Saat ini, Kades melaporkan kondisi gelombang cukup tenang. “Kalau gelombang tidak kencang juga,” jelas dia. (tr-02/ali)


Komentar

Berita Berikutnya

Melihat Produksi Sambal Roa di Banggai Laut

DESING mesin paking sudah terdengar sejak di balik daun pintu rumah semi permanen itu. Bisingnya seperti berkejaran dengan waktu yang masuk dari lubang-lubang jendela. Dewa surya bersiap kembali ke peraduan, pertanda tak lama lagi harus istirahat dari rutinitas. Hari yang semakin sempit, tangan Rahma Saule, juga kian lincah. Mengatur kemasan […]