Kota Berair Jadi Berlumpur

Redaksi Luwuk Post
MELUBER DI JALAN: Sampah bercampur lumpur di depan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Banggai, Kamis (15/4). Hujan yang terus mengguyur membawa sampah hingga ke badan jalan. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]

LUWUK, LUWUK POST-Pascabanjir di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai menyisahkan lumpur di sejumlah titik. Seperti yang terlihat di sekitar pasar sental Luwuk, depan kantor BRI, traffic light jalan Ahmad Yani Luwuk, samping kantor Kejaksaan Negeri Banggai, dan depan MTs Luwuk.

Selain lumpur, muntahan dari drainase juga mengeluarkan berbagai jenis sampah. Kemarin (14/4) sejak pagi hingga siang, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Luwuk dan sekitarnya hingga menyebabkan banjir.

Banjir seperti ini sering terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah yang berjuluk ‘Kota Berair’ tersebut. Penyebab banjir diduga akibat sistem drainase yang buruk. Menurut warga, drainase tidak lagi memadai karena di hulu besar namun setibanya di hilir sudah mengecil.

Selain itu, budaya masyarakat membuang sampah sembarangan dianggap sebagai pemicu. Itu terlihat dari banyak sampah yang menyumbat saluran drainase hingga menyebabkan air merambat ke jalan dengan ketinggian mencapai setengah meter.

Untuk mengantisipasi banjir yang cukup parah, sejumlah petugas kebersihan terlihat masuk ke dalam drainse untuk mengangkat sampah yang menyumbat saluran.

Satu per satu sampah diangkat, mulai dari sampah plastik, batang kayu, dan bekas minuman gelas dan botol. Kemarin sore, para pedagang di pasar Sental Luwuk mulai membersihkan lapak akibat terendam. Sedangkan lumpur tebal di jalan aspal tebal depan lapak disemprot dengan air agar bersih. (awi)


Komentar

Berita Berikutnya

Burhan Labelo, Dirikan Museum untuk Koleksi Benda Bersejarah

Burhan Labelo menyimpan sejumlah benda-benda peninggalan sejarah. Memilih mengoleksi atas kesadaran pelestarian sejarah Banggai. Burhan memberi nama Lipu Tumbuno untuk museum pribadinya itu. Awal mula pembuatan museum pribadi ini sekitar empat tahun lalu dan merupakan inisiatif sendiri. “Saya merasa terpanggil untuk ini,” kata Burhan. Dari luar, bangunan itu tak berbeda […]