Ruang Rasa di Sela Hutan Pinus

Redaksi Luwuk Post
KEMAH DI HUTAN PINUS: Rimbunan pohon pinus di Desa Salodik, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai. Akhir pekan ini, Ruang Rasa mengajak untuk berkemah di hutan pinus. [Foto: Istimewa]

Berkemah di bawah pepohonan pinus kian digemari. Secangkir kopi dan dinginnya malam di tenda, ditambah menghirup udara segar di pagi hari menjadi salah satu hal menarik yang digandrungi berbagai kalangan. Akhir pekan ini, sejumlah kelompok pemuda di Kabupaten Banggai mengajak semua kalangan untuk ikut berkemah di hutan pinus Desa Salodik, Kecamatan Luwuk Utara.

Vaizal Nuzul, salah seorang inisiator perkemahan ini menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan 10 April 2021 itu membuka ruang bagi siapa saja untuk mendirikan tenda sekaligus memainkan musik ataupun melantunkan puisi. “Ini gratis, tidak dipungut biaya bagi yang ingin bergabung,” tuturnya.

Ajakan untuk berkemah pertama kali dilaksanakan. Malam nanti, tersaji musik akustik yang dimainkan di bawah temaram cahaya lampu yang dibuat oleh Ruang Rasa Fest.

“Kami berharap teman-teman dapat berpartisipasi untuk menyukseskan kegiatan ini dengan keikutsertaan utus sekalian. Dengan begitu, kita bisa sama-sama mengeksplor bakat-bakat anak muda yang ingin tampil, tapi keterbatasan wadah,” tuturnya.

Sejak beberapa pekan lalu, mereka gencar mempromosikan di media sosial kepada khalayak terkait kegiatan ini. Vaizal nuzul dan kawan-kawan memanfaatkan akun Instagram Ruang Rasa Fest  untuk mengenalkan perkemahan, karena perkemahan akhir pekan ini memang diinisiasi oleh wadah ini.

“Ruang Rasa Fest merupakan wadah yang lahir akibat kegelisahan pada kondisi anak muda Kabupaten Banggai yang kami rasa kekurangan tempat dalam menyalurkan kegelisahan,” kata Vaizal.

Ruang Rasa Fest menjadi wadah bagi pemuda Kabupaten Banggai dari berbagai latar belakang untuk menyalurkan bakat. “Ruang Rasa Fest lahir dari segala macam latar belakang individu atau kelompok untuk sama-sama berpartisipasi,” katanya.

 

Kegiatan yang Bertemakan Momposa’angu Tanga Mombulakon Tano ini, Vaizal dan kawan-kawan Ruang Rasa memang ingin mengangkat keresahan dari pemuda yang selalu minim perhatian di daerah. “Padahal sudah banyak pemuda-pemudi Luwuk yang sudah berprestasi dan membanggakan, mengangkat nama Luwuk, Kabupaten Banggai,” tuturnya.

Karena itu, pemangku kepentingan terkait di daerah ini mesti melirik upaya pemuda yang memilih ruang alternatif. Menurut Vaisal, pemerintah daerah bisa berperan sesuai kewenangannya dengan membangun gedung olah seni. “Gedung Serbaguna untuk mengolah rasa dan karya, yang mana bisa meningkatkan pendapatan daerah lewat cabang Kesenian,” ujar Vaisal. (ali)


Komentar

Berita Berikutnya

Transformasi Pegadaian dan Emas yang Menjanjikan

Di usia ke-120, Pegadaian mengalami kemajuan pesat. Transformasi digital terus dilakukan agar menarik minat khalayak memanfaatkan Pegadaian sebagai mitra menata masa depan. Dari genggaman, layanan Pegadaian bisa dijangkau. Bahkan, perusahaan BUMN ini menggandeng Shoppe untuk memperluas jangkauan layanan. Berbagai produk tersedia pada dua platform tersebut. Direktur Teknologi Informasi & Digital […]