Transformasi Pegadaian dan Emas yang Menjanjikan

Redaksi Luwuk Post
LAYANAN INKLUSIF: Aktivitas layanan di Pegadaian Cabang Luwuk, Kabupaten Banggai. Saat ini, Pegadaian menyediakan platform yang memungkinkan nasabah tak lagi datang langsung, tetapi melalui telepon pintar. [Foto: Taufik Basri/Harian Luwuk Post]

Di usia ke-120, Pegadaian mengalami kemajuan pesat. Transformasi digital terus dilakukan agar menarik minat khalayak memanfaatkan Pegadaian sebagai mitra menata masa depan.

Dari genggaman, layanan Pegadaian bisa dijangkau. Bahkan, perusahaan BUMN ini menggandeng Shoppe untuk memperluas jangkauan layanan. Berbagai produk tersedia pada dua platform tersebut.

Direktur Teknologi Informasi & Digital PT Pegadaian (Persero), Teguh Wahyono mengatakan, channeling tabungan emas Pegadaian dengan Shopee adalah langkah kolaborasi strategis antara start up teknologi tingkat global dengan produk BUMN unggulan. Kerja sama ini semakin memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan produk dan layanan Pegadaian secara online. “Kini seluruh masyarakat bisa menabung emas dengan mudah dan cepat, hanya menggunakan aplikasi Shopee” ujar Teguh dalam rilis resmi di website Pegadaian Oktober 2020.

Tabungan Emas Pegadaian adalah layanan beli dan titip emas yang memudahkan investasi emas secara aman, mudah, murah, dan terpercaya. Produk ini dapat diakses secara konvensional maupun digital, salah satunya dengan aplikasi belanja online Shopee.

Hanya dengan investasi mulai dari Rp 500, selanjutnya, nasabah bisa membeli emas mulai dari Rp 5.000; melakukan transfer emas ke sesama pengguna Shopee minimal 0,01 gram dan maksimal 100 gram; wajib memiliki saldo yang tidak bisa ditarik (mengendap) minimal 0,05 gram dan mendapat buku setelah nasabah ke cabang Pegadaian yang didaftarkan.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Harianto Widodo mengatakan bahwa transaksi jual-beli emas melalui aplikasi Shopee dapat dilakukan dengan nilai yang sangat terjangkau. Hal tersebut dilakukan guna membuat kebiasaan dalam masyarakat untuk memiliki perilaku yang gemar menabung.

“Pertimbangannya adalah agar seluruh lapisan masyarakat dapat berinvestasi emas dengan mudah dan nyaman, Selain itu tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk tidak bisa menabung” kata Harianto Widodo.

Belakangan, tabungan emas memang banyak dilirik masyarakat sampai ke daerah-daerah. Pelayanan andal Pegadaian dan tarif murah yang ditawarkan membuat tabungan emas kian berkilau. “Mau buka tabungan emas atau mau top up, itu ada diskon, tapi by aplikasi. Bisa dibuka,” kata Pimpinan Kantor Pegadaian Cabang Luwuk, Fahri Mokoagow.

Dari rumah, Anda bisa menabung emas  dengan biaya pembukaan rekening awal Rp 10 ribu, kemudian dikonversi ke dalam gram. “Konsepnya nabung sih,” katanya.

Layanan yang semakin inklusif itu berbanding lurus dengan minat masyarakat terhadap tabungan emas. Sejak awal tahun 2021, masyarakat di Kabupaten Banggai telah ramai menabung. “Animo masyarakat sangat positif,” tuturnya.

Selain menabung emas, pegadaian turut membuka layanan pembelian emas batangan. Awalnya menyetor 15 persen dari total harga, setelah itu dilunasi secara bertahap. “Sisanya itu pembiayaan, kemudian dicicil selama jangka waktu sesuai kesepkatan,” terangnya.

Pegadaian menjamin meski harga emas setiap hari mengalami perubahan, harga awal tetap menjadi patokan dalam pembelian emas batangan. Tidak berubah-ubah mengikuti tren di pasaran. “Naik atau turun tetap seperti itu,” jelasnya.

Kredit pada emas batangan memiliki rentang waktu 3 bulan sampai 3 tahun. Setelah lunas, nasabah dapat menawarkan ke Pegadaian untuk membeli. Karena itu, nasabah tak perlu bingung mencari pembeli.

Selain itu, harga emas juga cenderung stabil. Akhir Maret  hingga awal April 2021 ini, harga beli emas logam mulia Antam ukuran 1 gram di Pegadaian bertahan di kisaran Rp 850 ribu hingga Rp 900 ribu.

Kepada Harian Luwuk Post, seorang nasabah mengakui, menabung emas cukup menjanjikan. Harganya yang jarang terkoreksi dalam, membuat produk investasi ini menarik tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi jangka panjang. “Pilih lembaga seperti Pegadaian yang sudah kredibel,” kata pria yang memilih menyembunyikan identitasnya ini.

Menurut dia, menabung emas tak seperti rupiah. Inflasi yang terus bergerak setiap tahun berpotensi menggerus nilai. Uang, katanya, bukan untuk ditabung, tetapi dijadikan modal untuk mendirikan bisnis, tidak mengendapkannya di rekening. (ali/*)


Komentar

Berita Berikutnya

22 Desa di Sulteng Sadar Hukum

PALU, LUWUK POST-Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulteng, Lilik Sujandi, Selasa (6/4). Kunjungan tersebut untuk memberikan informasi kepada gubernur terkait capaian kinerja pembangunan Sulawesi Tengah. Lilik mengatakan, 22 desa di Sulteng telah mendapatkan penilaian sebagai desa sadar hukum. Itu menggambarkan satu […]