Wakil Ketua MPR Dorong Pelestarian Cagar Budaya

Redaksi Luwuk Post
Lestari Moedijat

 

PALU, LUWUK POST— Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendorong kawasan cagar budaya dilestarikan. Karena selain bermanfaat bagi lingkungan hidup, kawasan cagar budaya yang dikelola dengan baik mampu menciptakan berbagai peluang untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, dan daerah melalui sektor pariwisata.

“Percepatan proses kawasan Lore Rindu yang berlokasi di Poso dan Sigi, Sulawesi Tengah sebagai cagar budaya warisan dunia akan membawa dampak positif terhadap lingkungan dan perekonomian masyarakat,” kata Lestari Moerdijat dalam siaran tertulisnya, Senin (5/4).

Sebelumnya pada Sabtu (3/4), di Palu, Sulawesi Tengah, Lestari bertemu Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Nilam Sari Lawira, Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah terpilih Rusdy Mastura, Komisariat Daerah Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Sulawesi Maluku dan Papua yang diwakili oleh Faiz Anis Kabadan dan Muhammad Iksam. Lestari didampingi Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI Dr Atang Irawan, dan Drs Muchtar Luthfi Mutty.

 

Rerie—sapaan akrab—Lestari, mengatakan, pada pertemuan itu terungkap bahwa upaya menjadikan Lore Lindu sebagai warisan cagar budaya dunia sudah berlangsung sejak 2018, namun hingga saat ini belum terealisasi.

Proses tersebut, jelas Rerie, yang juga Wakil Ketua MPR RI, koordinator bidang penyerapan aspirasi masyarakat dan daerah itu, terkendala belum adanya tim ahli cagar budaya di tingkat kabupaten.

Karena, jelas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, situs megalit tertua yang masuk kawasan Taman Nasional Lore Lindu itu tersebar di empat lembah, yakni Lembah Bada, Lembah Behoa, dan Lembah Napu di Kabupaten Poso, serta Lembah Lindu di Kabupaten Sigi.

Dua pemerintah kabupaten itu, tegas Rerie, harus segera membentuk tim ahli sebagai salah satu syarat mengusulkan kawasan tersebut sebagai cagar budaya warisan dunia.

Saat ini kendalanya, urai Rerie, justru ada di kabupaten Poso dan Sigi yang belum memiliki tim ahli cagar budaya.

“Karena pada prosesnya nanti  tim ahli di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional harus memutuskan terlebih dahulu kawasan tersebut untuk diusulkan sebagai warisan cagar budaya,” kata Ririe.

Pada pertemuan itu, para pemangku kepentingan di daerah sepakat untuk segera melengkapi sejumlah persyaratan, termasuk membentuk tim ahli cagar budaya di tingkat kabupaten.

Selain itu pemerintah daerah juga berkomitmen untuk memfasilitasi kawasan cagar budaya Lore Lindu dengan sejumlah infrastruktur agar kawasan tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Rerie berharap, langkah tersebut juga dapat membangkitkan kreativitas masyarakat di sekitar kawasan cagar budaya, yang pada akhirnya bisa mendorong peningkatan perekonomian daerah. (bas)

 


Komentar

Berita Berikutnya

Mantan Direktur BUMDes di Donggala Ditahan Kejaksaan

PALU, LUWUK POST— Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Donggala di Sabang menahan tersangka penyalahgunaan dana desa tahun 2018-2019. Kacabjari Donggala di Sabang, Suwaskito Wibowo mengatakan, tersangka inisial D adalah mantan Direktur BUMDes Budi Mukti. Dari ulah D ini, desa Budi Mukti mengalami kerugian Rp255 juta. “Tersangka diduga telah memperkaya orang lain […]