
“Latar belakang kegiatannya didasarkan pada fungsi antara makhluk hidup dengan lingkungan yang di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi yang sangat erat dan saling mempengaruhi antara kita sebagai manusia dan ekosistem, sehingga kita harus memahami peran kita masing-masing, selain itu juga, kegiatan ini dilakukan dalam rangka memeriahkan hari lingkungan hidup sedunia,” ujar ketua panitia kegiatan tersebut, Salihuddin suling.
Ia juga menambahkan, tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai media kampanye dan wadah bagi pengembangan SDM pemerhati lingkungan, serta menarik perhatian pihak Pemerinta Daerah (Pemda) untuk lebih peduli pada kerusakan lingkungan dan penanganan terkait kebijakan lingkungan.
“Sasarannya adalah kita semua komunitas anak muda yang masih produktif berfikir untuk bisa sama-sama hadir, jadi tidak dibatasi,” imbuhnya.
Terkait diskusi publik yang dilaksanakan saat itu, ia menuturkan, pematerinya adalah aktivis dengan latar belakang pecinta alam, yaitu Martoni Ronte, Suparno Iba, Surya B.Bola dan Abdul Ganie dan moderatorny, Akbar Djumaan S.IP. Adapun materi yang diberikan adalah tentang keanekaragaman hayati, studi ikan gobi luwuk banggai, restorasi ekosistem, sdm dan fungsi relawan fire rescue dan ekofenomenologi.
Perihal keberadaan KPLH SAMPAH sendiri, ia menerangkan, kelompok tersebut berdiri pada tahun 2000, dan saat ini diketuai oleh Andi Sastrawan Manaba. Mereka konsen ke persoalan lingkungan dan kampanye penyelamatan kawasan hutan. (abd)
