
“Silahkan datang dan tanyakan kepada OPD terkait, jika ada yang tidak mau menjawab, laporkan ke saya! Saya akan tindaki. Bukan hanya tentang Dana Covid -19, tetapi semua jenis anggaran pelayanan publik,” tegas dia.
Pernyataan Bupati tersebut disampaikan ketika menjawab tuntutan masa aksi yang menginginkan adanya transparansi pengelolaan anggaran Covid-19 oleh gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai, yang dinilai gagal dalam penggunaan dana secara efektif dan efisien, karena angka Covid-19 yang terus meningkat dan banyak masyarakat terdampak, baik dari segi kesehatan, maupun ekonomi yang belum terakomodir dengan baik.

“Kalau memang anggaran dialokasikan dengan tepat, teman-teman pedagang kaki lima dan UMKM hari ini tidak datang kemari dan melakukan aksi,” timpal Presiden Mahasiswa Universitas Tompotika Luwuk yang juga tergabung dalam barisan massa aksi, Rifat Hakim.
Abdul Rahman Lasading, salah seorang masa aksi menyarakan kepada Bupati Banggai agar melaporkan secara resmi, entah melalu teman-teman media atau Humas Pemerintah Daerah secara menyeluruh dan rinci, jumlah anggaran yang diterima, ke mana dan dalam bentuk apa saja anggaran itu digunakan, terutama hasil dari refocusing dana APBD untuk penanganan Covid-19.
“Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya penyalagunaan anggaran Covid-19,” sambung dia.
Aksi yang dimulai setelah selesai Sholat Jum’at itu (30/7) memuat tuntutan, hilangkan pembatasan waktu bagi pelaku usaha kecil, mikro dan menengah, kegiatan rumah ibadah tidak ada batasan waktu, jangan jadikan kartu/Surat vaksin sebagai syarat administratif pelayanan publik, transparansi penggunaan anggaran covid 19 dan evaluasi kinerja Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banggai.
“Kami menyayangkan sikap Bapak Bupati Banggai yang belum mampu memutuskan secara kongret jalan keluar bagi teman-teman yang saat ini kesulitan mencari makan karena kebijakan PPKM, malah meminta untuk menunggu hinggal tanggal 6, itu waktu yang lama untuk bertahan hidup dalam situasi saat ini, apalagi belum tentu di waktu tersebut, PPKM tidak lagi diperpanjang, oleh karena itu kami akan melakukan aksi kembali dengan massa yang lebih banyak,” ujar salah satu masa aksi, Vaizal Nuzul. (abd)
