Pemdes Bongganan Prioritaskan Program Berbasis Layanan Umum

Luwukpost.id -

Program Prioritas Desa : Pemdes Bonggan melaksanakan musyawarah desa di kantor desa setempat, Kamis (12/8). [FOTO : RIFAN/LUWUK POST]

SALAKAN, LUWUK POST-Pemerintah Desa Bongganan, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) di tahun 2022 akan memprioritaskan program kegiatan yang berdampak positif secara menyeluruh bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Desa, Masno S. Nyaman saat membuka pelaksanaan Musyawarah Desa yang dihadiri Babinsa, pendamping desa, pendamping lokal desa, BPD, PKK dan aparat desa, di aula kantor desa setempat, Kamis (12/8).

“Program yang kita prioritaskan tahun depan adalah program-program yang tentu manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan,” kata Masno

Untuk itu, pihaknya telah menyusun daftar kebutuhan masyarakat berdasarkan hasil pendataan SDGs Desa yang telah dilakukan sebelumnya. Dari data itu, sambung dia, akan diketahui program apa saja yang harus dilakukan kedepannya.

Setelah itu tersusun, lanjut dia, pihaknya akan mengidentifikasi berbagai kendala yang nanti akan dihadapi saat program-program tersebut dilaksanakan. Tujuannya, agar kendala tersebut lebih mudah diatasi.

“Nanti setelah itu, baru kita akan mencoba melakukan rasionalisasi anggaran. Sehingga penganggaran bisa dilakukan seefisien mungkin,” jelas Masno.

Adapun program tersebut diantaranya, peningkatan layanan masyarakat, pembangunan dan penyediaan fasilitas umum untuk kebutuhan masyarakat melalui padat karya tunai, dan sebagainya.

Selain itu, Masno juga berencana akan menggenjot peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan memanfaatkan sejumlah potensi desa, seperti pemanfaatan lahan desa di area pasar Salakan.

“Kita memfasilitasi ibu-ibu pedagang kue dan kuliner untuk menempati lahan desa kita yang ada di pasar. Supaya retribusinya masuk ke desa. Itu saya sudah konfirmasi ke pengelola pasar. Tinggal batas-batas lahannya yang perlu dipastikan,” terang dia.

Ditambahkannya, pihaknya bukan berarti ingin menghentikan program bantuan fasilitas kelompok nelayan. Tetapi, seringkali bantuan kelompok yang ada, hanya menimbulkan masalah antar sesama masyarakat dan pemerintah.

Karena itu, dia berupaya agar program-program yang dilaksanakan tahun depan adalah program yang memang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

“Saya juga berharap agar teman-teman perangkat desa, bisa lebih maksimal lagi dalam bekerja melayani masyarakat. Supaya apa yang menjadi tujuan desa bisa tercapai,” tandasnya. (Rif)