
LUWUK, LUWUK POST.id – 10 Orang Pemanah asal Kabupaten Banggai yang merupakan anggota dari klub panahan, Banggai Archery Community mengikuti Festival Panahan Tradisional Seluruh Indonesia (Fantasi) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) bersama Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) (7-10/8).
Menurut Koordinator Klub, Rahmandani Lasamadi, Perwakilan Banggai terdiri dari 4 peserta dewasa putra dan 6 peserta dewasa putri, dengan nama-nama sebagai berikut, Rahmandani, Safrin Abd Gani, Erwin Wuniarto, Afrizal, Heni Susilowati, Netty Syarief, Dientce, Ketsia Jibran, Ulfa Kasim dan Zainab Syawie.
“Lombanya dilaksanakan secara live scoring di Grup Facebook Fespati seluruh Nusantara. Keseluruhan peserta yang ikut berjumlah, 773 orang untuk dewasa putra, 190 orang dewasa putri dan anak-anak sebanyak 172 peserta, jadi total 1.135 orang,” ujar pria yang merupakan Wakil Sekretaris Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Banggai.

Ia juga menambahkan , keikutsertaan mereka didukung oleh pihak Kodim dalam hal penggunaan Lapangan Tembak Komsos Prestasi Kodim 1308 Luwuk Banggai dan juga penggunaan Tatakan dan Bantalan Target. Pendaftaran dari masing-masing klub nantinya digunakan untuk bantuan kemanusiaan. Anggota Klub yang dipilih adalah mereka-mereka yang sudah mahir memanah dan punya alat panahan sendiri.
Terkait teknis pelaksanaan lomba, Rahmandani menjelaskan, bentuk lombanya adalah memanah dengan jarak shoot, dewasa putra dan putri sejauh 20 Meter sedang untuk anak-anak hanya 10 Meter. Lingkaran Target Pointnya, 1-10 dengan diameter ring 49 cm. Disaksikan oleh panitia dan seluruh peserta yang ada di setiap daerah di Indonesia secara daring, serta wasit dan saksi dari setiap tim yang menyaksikan di lapangan.
“Jadi posisi kamera waktu live diambil dari belakang pemanah, setelah selesai menembak kamera live diarahkan ke Bantalan Face Target. Saksi dan wasit di setiap klub akan mengisi point berdasarkan anak panah di lembar score yang disediakan, kemudian difoto. Nanti hasil lembar score diunggah di link input score yang disediakan oleh panitia,” sambungnya.
Sayangnya, Pemanah Banggai tidak mendapatkan peringkat 3 besar, karena menurut Rahmandani, mereka masih jauh dari target sebab rata-rata daerah lain memakai busur jemparingan, sedangkan kita masih menggunakan busur Horsebow. Jemparingan menggunakan Arrow rest sedangkan Horsebow tidak, jadi arrow-nya masih liar lesatannya.
“Kedepan kami akan membiasakan latihan rutin dengan perlengkapan yang ada, Insyaallah jika ada capaian prestasi nantinya, kita bisa dapat dukungan perlengkapan yang memadai dari pemerintah, dalam hal ini KONI,” tutup dia. (abd)
