Program PKTD Palam : Tanam 21 Ribu Bibit Cabai 

Luwukpost.id -

 

Penanaman Cabai : puluhan ribu bibit cabai milik Desa Palam yang baru selesai ditanam di polybag untuk disemaikan, sebelum di pindahkan di lahan perkebunan. [FOTO : RIFAN/LUWUK POST]
SALAKAN, LUWUK POST-Memaksimalkan program pemberdayaan masyarakat melalui Program Padat Karya Tunai Desa, Pemerintah Desa Palam, Kecamatan Tinangkung Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menanam 21 bibit cabai.

Kepala Desa Palam, Rusli Stibis menyebut, penanaman puluhan bibit cabai tersebut dimulai dengan penyemaian. Dari 21 ribu bibit yang tersedia, pihaknya baru berhasil menanam sebanyak 14 ribu bibit.

“Kita mulai dengan penyemaian dengan menanam bibit di polybag. Kita baru sempat menanam 14 ribu dari 21 ribu bibit yang ada,” sebut Rusli saat dimintai konfirmasi media ini, Sabtu (28/8).

Bibit cabai yang belum ditanam, sebut dia, akan kembali ditanam saat pihaknya sudah memiliki waktu luang. Setelah semua ditanam di polybag, bibit akan akan disemaikan selama beberapa bulan untuk dipindahkan ke lahan yang sudah disiapkan.

Menurut Rusli, untuk pemindahan bibit di lahan perkebunan, desa telah menyiapkan lahan seluas enam hektar. Namum demikian, pada penanaman cabai itu pihaknya hanya akan memanfaatkan stengah dari luas lahan itu.

“Kalau untuk penanaman rica, desa punya lahan sendiri yaitu 6 hektar, tapi untuk penanaman rica ini baru kami gunakan tiga hektar,” jelas dia.

Dijelaskannya, pengelola penanaman cabai itu dipercayakan kepada kelompok masyarakat yang sudah terbentuk, mulai dari penanaman awal hingga pada pengelolaan hasil penjualan.

Dasarnya, kata dia, adalah pemberdayaan, sebagaimana dimaksud dalam PKTD. Apabila progres pengembagannya bagus, sambung dia, otomatis akan lebih banyak tenaga kerja desa yang diserap dari program itu.

“Insya Allah kalau sukses, hasilnya akan dimanfaatkan lagi untuk pengembangan kedepannya,” ucapnya.

Olehnya itu, Rusli berharap pihaknya mendapat doa dan dukungan dari berbagai pihak untuk keberhasilan program PKTD, sehingga akan lebih banyak menyerap tenaga kerja di desa nantinya. (Rif)