Terkait Program Literasi Perpustakaan Sekolah, SMAS GKLB Harapkan Dukungan Alumni

Luwukpost.id -

Kepala SMAS GKLB Luwuk, Iran Morente saat berada di perpustakaan sekolah yang sudah tertata rapi, belum lama ini. [Foto: Istimewa]
LUWUK, LUWUK POST.id- Tahun ini, Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) GKLB Luwuk telah ditetapkan sebagai salah satu Sekolah Penggerak. Penetapan tersebut dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui SK yang diterbitkan 30 April 2021 lalu.

Sebagai tindak lanjut dari status sebagai Sekolah Penggerak ini, SMAS GKLB Luwuk melahirkan program literasi perpustakaan sekolah, satu alumni satu buku.

Kepala SMAS GKLB Luwuk, Irand Morente menyatakan, sebagai media literasi, perpustakaan sekolah tidak hanya sumber informasi dan pengetahuan bagi setiap orang. Tetapi juga sebagai media pembelajaran sepanjang hayat, yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

Karena itu, sambung Irand, untuk menyukseskan program tersebut, Ia mendorong para alumni SMAS GKLB Luwuk dari semua angkatan untuk menjadi penggerak literasi perpustakaan. “Lengkapi perpustakaan kita 1 alumni 1 buku,” jelas Irand Morente, Rabu (1/9).

Alumni SMAS GKLB Luwuk, Lewi Kiswanto ikut mendukung program literasi perpustakaan itu. Alumni tahun 2009 itu, mengajak seluruh alumni untuk mendukung dan menjadi penggerak literasi perpustakaan SMAS GKLB Luwuk. “Ayo menjadi penggerak literasi perpustakaan sekolah dengan 1 alumni 1 buku,” ajaknya.

Sekadar diketahui, Program Sekolah Penggerak, merupakan program yang menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

“Manfaat menjadi sekolah penggerak yang akan kami peroleh adalah pendampingan Kemendikbud untuk pendidikan dalam kurun waktu 3 tahun ajaran, percepatan digitalisasi sekolah, percepatan pencapaian profil pelajar Pancasila, peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah, transformasi sekolah, kesempatan untuk menjadi katalis perubahan bagi sekolah lain, dan ini membanggakan karena mendapat kepercayaan yang luar biasa untuk menjadi pelaku perubahan,” imbuh dia. (leb)