
Bupati Bangkep, Rais D. Adam dalam sambutannya mengamanatkan agar pembangunan tower BTS tersebut bisa diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan, hingga akhir desember.
“Kalau pun tidak sempat sesuai target, minimal sudah ada lebih dari enam puluh persen yang terealisasi di akhir di akhr waktu yang ditergetkan,” kata Bupati, sebelum membuka secara langsung pembangunan BTS Tower itu.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengharapkan dilakukannya upaya pemeliharaan, terutama sekaitan dengan posisinya yang tak jauh dari jalan raya. Sebab, dimungkinkan ke depan tower tersebut akan dihibahkan ke Pemerintah daerah.
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada Bhakti Kominfo yang telah memenuhi permohonan pembangunan 56 tower telekomunikasi di Bangkep tahun 2021. Dengan begitu tahun-tahun berikutnya Bangkep sebagian besar masyarakat sudah bisa mengkses jaringan data.
“Saya juga sangat berterima kasih kepada Bhakti Kominfo yang telah menyanggupi permohonan lima puluh enam tower di bangkep,” ucap Bupati.
Terpisah, Kepala Dinas Kominfo Bangkep, Ratnasari N. Turungku menjelaskan, pembangunan tower BTS di Desa Bampanga satu dari 18 tower yang sudah siap dibangun. Total tower yang dijatahi Kementerian Kominfo untuk Bangkep, tahun 2021 yakni sebanyak, 56 titik.
“Dan memang Bangkep tahun ini lima puluh enam tower akan dibangun. Tapi yang sudah ada drawing (gambar) atau yang sudah siap dibangun baru delapan belas,” sebut Ratnasari.
Sehari setelah pembukaan pengerjaan itu, masing-masing tim pelaksana pekerjaan dari pusat, akan melanjutkan pekerjaan di 18 titik yang sudah siap.
Disebutkannya, beberapa titik lokasi pembangunan tower BTS itu, diantaranya, Desa Osan, Labotakandi, Tombos, Labibi, Popisi, Lukpaenenteng, Ombuli, Buko, Sapelang, Lelang matamaling, Lalong, Bampanga, Mata, dan Desa Palam dan lain-lain.
Waktu pembangunan tower BTS tersebut, lanjut dia, merupakan hasil persetujuan dari pusat bersama Dua perusahaan besar yang bekerja sama dalam pembangunan tower, termasuk bhakti.
“Tim dari kedua perusahaan itu, saat ini sudah berada di masing-masing titik lokasi,” sambungnya.
Dikutip dari laman bhaktikominfo.id, bentuk infrastruktur tower BTS tersebut bervariasi, mulai dari yang bebentuk kaki segi empat, kaki segitiga, bahkan hanya berupa pipa panjang saja atau biasa disebut satu kaki.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Ratnasari dari Tim Pelaksana Pekerjaan, jenis Tower BTS yang dibangun di Desa Bampanga adalah jenis tower BTS ‘satu kaki’, yang terkoneksi langsung dengan satelit.
“Beda dengan tower lainnya yang terkoneksi dengan tower lainnya. Karena mungkin kontur kepulauan kita banyak ketinggian, sehingga masing-masing tower tidak bisa saling terkoneksi karena terhalang,” terang dia.
Kelemahan dari tower satu kaki adalah kualitas jaringan yang dipancarkan akan melemah, ketika kuota pemakai semakin banyak. Meski begitu, tower di Bampanga diperuntukkan khusus bagi desa itu. Ada sembilan desa penempatan tower yang terkoneksi langsung satelit.
“Jadi, kalau lima puluh enam tower itu sduah selesai dibangun, insya Allah Kabupaten Banggai Kepulauan akan berdering, atau tidak putus jaringan 4G lagi. Jadi tinggal lima belas persen lagi,” ujarnya.
Karena itu, bila progres pembangunannya bagus ke depan, pihaknya akan berupaya mengajukan usulan lagi agar semua desa di Bangkep bisa diakses jaringan 4G. (Rif)
