Meski Telah Diberlakukan Kembali, PTM Hanya Dilakukan 3 Kali Seminggu

Redaksi Luwuk Post

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Nur Djalal Amir

 

LUWUK, LUWUK POST.id – Melalui Surat Edaran, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, setelah sebelumnya ditiadakan akibat situasi Pandemi Covid-19. Meskipun demikian, PTM hanya dibatasi 3 hari selama seminggu dan dilaksanakan kurang dari 1 jam dengan jumlah murid maksimal 5 Orang untuk PAUD/RA dan 16 orang untuk SD, SMP, Mts dan Program Paket.

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, untuk PAUD/RA, kegiatan PTM dilakukan selama 30 menit per hari, kemudian bagi SD, MI dan Paket A, PTM berlangsung selama 35 menit, sedangkan untuk SMP, MTs dan Paket C diberikan waktu sebanyak 40 menit dalam sehari. Ketiga-tiganya dilakukan tanpa waktu istirahat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kabupaten Banggai,  Nur Djalal Amir menyampaikan, sejak kemarin (11/9) pihak sekolah sudah memberlakukan sistem belajar kepada sejumlah murid sekolah. Sistem pembelajaran yang saat ini, yakni during dan luring sebagian dilakukan melalui mekanisme sistem dengan tatap muka yang terbatas atau uji coba, dan sebagiannya lagi dengan sistem online. Sistem itu dinamakan hybrid. Dalam masa uji coba ini dibagi menjadi 50 % di rumah dan di sekolah 50%. Murid didampingi oleh tenaga pengajar dan sudah sesuai dengan kurikulum yang ada.

Pada simulasi sekolah perdana, terpilih SD Santo Yoseph dan TK al-hasanah. Awal uji coba di hari Sabtu, dengan jumlah murid 22 orang. Uji coba dilakukan didampingi sejumlah Guru, Wali Kelas/ Pembimbing, Komite Sekolah dan turut Bersama Kadis Disdik Banggai.

Menambahkan penjelasan Kepala Dinas, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Dan Kebudayan (Disdik) Banggai, Muh. Iksan Budiono menuturkan, pada PTM terbatas  tidak diperkenankan melaksanakan upacara bendera, apel masuk dan apel pulang, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan olahraga, penggunaan kantin, dan kegiatan yang mengundang keramaian di satuan pendidikan maupun diluar satuan pendidikan.

“Pengawasan terkait pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah, dilakukan oleh masing-masing pengawas kecamatan, bekerjasama dengan tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 di desa/kelurahan,” imbuh pria yang akrab disapa Iksan itu.

Sejalan dengan Surat Edaran, Iksan berujar kepada awak media,  setiap guru dan tenaga kependidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas di semua satuan pendidikan  dipastikan telah divaksin COVID-19 tahap I dan II, dan bagi guru dan tenaga kependidikan yang belum melaksanakan Vaksinasi COVID-19 tidak diperkenankan melaksanakan proses pembelajaran tatap muka di sekolah, namun dilakukan secara daring/online dari rumah.

“Kami melakukan kerja sama dengan puskesmas untuk memberikan alokasi vaksin prioritas kepada guru-guru,”sambung dia.

Dalam surat edaran itu juga disebutkan, satuan pendidikan dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas jika telah  mengisi daftar periksa pada laman DAPODIK dan EMIS,  sudah diverifikasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai serta telah mendapat Rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Banggai.

“Kami akan merilis sekolah-sekolah yang diberikan izin rekomendasi untuk membuka sekolah, setelah dinas memverifikasi data-data sekolah yang menginput pada aplikasi siap belajar Kemendikbud Ristek,” tutup Iksan. (abd)


Komentar

Berita Berikutnya

Hujan Deras, Jalan Kantong Produksi Desa Palam Terputus

  SALAKAN, LUWUK POST-Tingginya curah hujan yang melanda Kabupaten Banggai Kepulauan, khususnya di Wilayah Kecamatan Tinangkung Utara pada Minggu siang (12/9), mengakibatkan jalan kantong produksi Desa Palam terputus. “Iya benar. Itu jembatan yang putus, akses jalan ke kantong produksi. Kemarin siang itu kejadiannya, pas hujan kencang sekali itu. Untungnya tidak […]