
“Kita semua bisa bebas dari pendisiplinan prokes Covid-19, kalau sasaran vaksinasi sudah mencapai 70 persen,” kata dr. Abdi, sapaan Abdi Gunawan dalam Rapat Kordinasi Lintas Sektor Pelaksanaan dan Penyakit Covid-19 tingkat Kabupaten.
Dalam kegiatan yang digelar di salah satu kafe di kota Salakan, Kamis (21/10) itu, ia menuturkan, temannya yang baru pulang dari Eropa menceritakan kepadanya bahwa negara-negara Eropa lebih fokus pada vaksinasi.
Sehingga, walau pun virus korona terus bermutasi dalam beraneka bentuk, tapi ketika vaksinasi sudah mencapai target, maka pandemi bisa berubah menjadi endemik, seperti malaria yang sempat dikenal sebagai penyakit menular yang mematikan.
Meski begitu, bila semua masyarakat sudah divaksin, ancaman persebaran Covid-19 akan tidak mengancam jiwa atau sakit yang keras. Karena imun cukup kuat.
Dicontohkannya, perhelatan sepak bola Eropa yang kembali digulir dengan bebas tanpa prokes, itu dikarenakan tingkat vaksinasi telah mencapai 70 Persen. Begitu pun PON XX Papua. Akselerasi vaksinasi massa berhasil diakukan hingga melampaui taget, beberapa bulan sebelum PON.
Di Indonesia, sebut dia, propinsi dengan vaksinasi terendah salah satunya di Sulawesi Tengah. Sementara daerah di Sulawesi Tengah dengan angka vaksinasi terendah, Bangkep masuk di posisi empat.
“Hanya 21 persen pertanggal 16 Oktober masyarakat Bangkep yang sudah divaksin. Artinya akselerasi vaksinasi kita hanya 0, 5 Persen perhari. Kalau 0,5 persen perhari dari 85 ribu orang, artinya kecepatan vaksinasi kita hanya 400 orang perhari,” paparnya.
Sementara, lanjut dia, mengacu pada target nasional yang ditetapkan, akselerasi vaksinasi di Bangkep, minimal 1045 sasaran vaksin yang harus dicapai perhari.
“Target tersebut harus bisa tercapai, kalau mau terhindar dari munculnya, Covid-19 gelombang ketiga di akhir tahun hingga awal tahun,” jelasnya.
Sebab berdasarkan, perkiraan dan analisis para ahli, gelombang Covid-19 dikhawatirkan akan naik kembali di akhir tahun 2021, hingga awal tahun 2022. Dan daerah paling rawan terdampak gelombang ketiga di Sulawesi Tengah yaitu Bangkep.
Padahal Bangkep, kata dia, dari Bulan September-Agustus, akselerasinya cukup bagus. Tapi jika capaiannya hanya sekitar 400 orang perhari, maka sampai Desember, akselerasi vaksinasi hanya akan tembus di angka 32,5 Persen.
“Sementara daerah lain sudah lebih tinggi. Morowali sudah 60 Persen. Karena mereka sudah kelebihan level. Saya kira itu bukan kebetulan, di sana ada perusahaan besar. Dan perusahaan mewajibkan Setiap karyawan bersama kelurganya divaksin,” bebernya. (Rif)
